14 February 2020, 13:09 WIB

Ombudsman Dalami Dugaan Maladministrasi Andre Rosiade


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

OMBUDSMAN RI mengatakan akan mendalami dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade. Andre diduga sengaja menjebak seorang pekerja seks komersial (PSK) di Padang untuk membuktikan masih maraknya prostitusi online di Sumatera Barat.

"Kami melihat memang ada potensi maladministrasi. Terutama tentang tata cara yang digunakan Andre," ujar anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu, dalam jumpa pers, di kantor Ombudsman RI, Jakarta, Jumat, (14/2).

Baca juga: Investigasi Laporan Keuangan Jiwasraya-ASABRI Hampir Rampung

Ia mengatakan bahwa penjebakan memang dimungkinkan dilakukan untuk mengungkap suatu kejahatan. Namun, yang berwenang melakukannya hanya kepolisian dan harus sesuai aturan untuk tidak mencederai kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM).

"Dalam konteks kasus Andre ini, penjebakan tidak dilakukan oleh aparat kepolisian tetapi oleh oknum anggota DPR yang kewenangannya tidak untuk melakukan itu," ujar Ninik.

Ninik juga mengatakan bahwa selain dugaan pelanggaran dalam penjebakan, ia berpendapat, Andre juga berpotensi dijerat dengan tindak pidana perdagangan orang.

"Kami akan membawa kasus ini pada rapat pleno Ombudsman, selanjutnya akan kami tentukan langkah apa yang akan dilakukan karena ada beberapa pihak yang terkait seperti kepolisian, DPR, hingga juga ke MKD," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Andre Rosiade ramai diperbincangkan setelah aksinya terlibat dalam penggerebekan PSK di Padang, Sumatera Barat, pada 26 Januari 2020 jadi sorotan.  Andre mengunggah aksi penggerebekan itu di akun Instagram miliknya pada 27 Januari 2020. (OL-6)

BERITA TERKAIT