14 February 2020, 09:17 WIB

Jawa Barat Lebih Makmur dengan DOB


(BY/Van/N-2) | Nusantara

RIDWAN Kamil gelisah. Setelah hampir satu setengah tahun memimpin Jawa Barat, dia merasa ada ketidakadilan yang dirasakan warga dan daerahnya.

"Kami mengalami ketidakadilan dari sisi fiskal. Dengan penduduk mencapai 50 juta jiwa tahun ini, alokasi anggaran dari pemerintah pusat lebih kecil daripada yang diterima Jawa Timur yang berpenduduk 38 juta jiwa dan Jawa Tengah yang jumlah warganya 34 juta orang," keluh Emil kepada sejumlah anggota DPR dan tokoh asal Jawa Barat, di Jakarta, Rabu (12/2) malam.

Jawa Barat menerima dana transfer ke 27 kabupaten dan kota total sebesar Rp48,3 triliun. Sementara ke Jawa Tengah dengan 35 kabupaten dan kota mendapat kucuran Rp48,8 triliun dan Jawa Timur yang memiliki 38 kabupaten dan kota kebagian Rp54,4 triliun.

Dia mengakui sedikitnya jumlah kabupaten dan kota menjadi penyebabnya. "Oleh karena itu, Jawa Barat perlu dimekarkan. Idealnya, dari sekarang 27 menjadi 40 kabupaten dan kota," ungkap mantan Wali Kota Bandung itu.

Emil pun berharap para anggota DPR RI dari Jawa Barat bisa lebih memperjuangkan pendirian daerah otonom baru (DOB). Moratorium daerah otonom baru yang diputuskan pemerintah pusat jelas merugikan Jawa Barat.

Padahal, Emil mengklaim keberadaan DOB selalu berhasil dalam menyejahterakan masyarakat. "Di Jawa Barat ada Cimahi, Pangandaran, Banjar. Semua DOB-nya berhasil," tegasnya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah pusat tidak menyamakan perkembangan DOB di provinsi lain dengan di Jawa Barat. "DOB di luar Jawa memang banyak yang tidak berhasil. Tapi, jangan gara-gara di sana, kita ketempuhan."

Saat ini, ada enam calon DOB di Jabar yang sudah memenuhi syarat. Semula ada usulan 21 DOB, 15 di antaranya sudah dilengkapi dengan dokumen, dan enam sudah mengikuti prosedur final.

Dalam menanggapi keluhan sang gubernur, anggota DPR RI dari Jawa Barat, Agun Gunanjar menilai hal itu bisa diselesaikan dengan peningkatan proses negosiasi. "Bagi kami, politisi, yang lebih utama itu negosiasi."

Nurul Arifin, anggota dewan lainnya, sepakat warga dan tokoh Jabar harus lebih kompak. "Itu akan jadi modal." (BY/Van/N-2)

BERITA TERKAIT