14 February 2020, 09:05 WIB

Tangkap Penimbun Bawang Putih


Widjajadi | Nusantara

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menduga ada distributor bawang putih yang menimbun stok komiditas itu sehingga mengakibatkan harga melambung hingga Rp70.000 per kilogram.

Ia menyebutkan, stok bawang putih saat ini mencapai 84 ribu hingga 120 ribu ton. Selain itu, sejumlah wilayah juga segera memasuki masa panen bawang putih, antara lain Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), pada Maret mendatang.

Oleh karena itu, Mentan meminta para distributor tidak menahan stok agar harga bawang putih di tingkat konsumen bisa segera ditekan.

"Kami sudah hitung bawang putih sebenarnya masih ada 84 ribu sampai 120 ribu ton. Kenapa panik? Karena distri-butor keluarin sedikit-sedikit agar besok harganya masih mahal," jelasnya saat menggelar operasi pasar di lima pasar inti di Kota Solo yang dipusatkan di Pasar Gede, kemarin.

Ia menegaskan, pemerintah akan menindak tegas siapa pun yang mempermainkan pasar 10 kebutuhan pokok, apalagi sampai menimbun, demi memperoleh keuntungan. "Saya minta polisi tangkap kalau ada yang mencoba menimbun," kata Yasin Limpo didampingi Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo.

Selain di Pasar Gede, operasi pasar dilaksanakan di Pasar Rejosari, Nusukan, Gading, dan Pasar Harjodaksino. Pasar murah digelar dalam upaya pemerintah menstabilkan harga tiga komoditas, yakni bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah.

Sebanyak 12 ton bawang putih, serta cabai merah keriting dan cabai rawit masing-masing lima ton digelontorkan ke lima pasar. Bawang putih dijual dengan harga Rp30 ribu per kg, cabai merah keriting Rp30 ribu, dan cabai rawit merah Rp35.000 per kg. Operasi pasar langsung disambut antusias ratusan warga yang dalam sebulan terakhir terbebani oleh harga bawang putih.

Mentan juga mengatakan, operasi pasar merupakan bentuk nyata tugas negara dalam menyediakan kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau dan stabil. Ketika harga pangan naik secara tidak wajar, pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah, polisi, dan TNI untuk menyelesaikannya. Bahkan, pemerintah akan menindak tegas mereka yang mempermainkan pangan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi menambahkan, operasi pasar tiga komoditas itu dilakukan sejak 30 Januari lalu. Sejumlah wilayah yang sudah lebih dulu menggelar operasi pasar yakni Sumatra Barat dan Jambi. Bahkan, beberapa hari lalu stabilisasi harga dilakukan di 22 pasar di DKI Jakarta.

Pasar murah juga digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan, Bali, untuk mengendalikan kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama bawang putih.

Ketua Pelaksana TPID Tabanan I Gusti Putu Ekayana mengatakan pasar murah digelar tiga hari sejak 11 hingga 13 Februari. Hal serupa dilakukan TPlD Kota Tegal, Jateng. Bawang putih dijual Rp34 ribu per kg.

Berangsur turun

Berdasarkan pantuan, harga bawang putih yang sempat mencapai Rp70 per kg di beberapa pasar di Banyumas, Jateng, kini berangsur-angsur turun. Harga bawang putih turun Rp10 ribu menjadi Rp60 ribu per kg.

Salah seorang pedagang di Pasar Manis, Warsiti, mengatakan, harga komoditas itu turun setelah ada pasokan, sehingga di pasar tersedia stok. (Des/Wan/RS/LD/JI/AD/DG/PO/TB/Ant/N-1)

BERITA TERKAIT