14 February 2020, 08:47 WIB

Hadir di Setiap Kecamatan, FKUB Grobogan Tepis Intoleransi


Tri Subarkah | Nusantara

INTOLERANSI dan radikalisme yang ada di setiap desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dapat dideteksi sejak dini. Hal itu karena Grobogan memiliki Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di seluruh kecamatan yang berjumlah 19.

Menurut Kapolres Grobogan AKBP Ronny Tri Prasetyo, salah satu bentuk toleransi di wilayah hukumnya terwujud saat perayaan Natal 2019.

"Kemarin, pada saat kita melaksanakan Natal dan Tahun Baru, saat umat kristiani melakukan ibadah, kami dari umat Islam, Banser membantu melakukan pengamanan yang ada di gereja-gereja," kata Ronny di Grobogan, Kamis (13/2).

FKUB yang ada di setiap kecamatan di Grobogan sudah terbentuk sejak pertengahan tahun lalu. Hal tersebut menjadikan Grobogan sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia yang memiliki FKUB sampai tingkat kecamatan.

Baca juga: Gaungkan Pancasila, GPP Jabar Pilih Cara Humanis

Terkait dengan radikalisme, Ronny mengatakan pihaknya melakukan pendataan terhadap para pendatang dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

"Untuk mengetahui latar belakang dari pendatang. Kami mendata secara keseluruhan sambil mengecek E-KTP yang ada," imbuhnya.

Selain itu, bibit toleransi antarumat beragama juga ditanamkan kepada para pemuda Grobogan dengan pembentukan generasi muda lintas agama (GEMA).

Sosialisai mengenai toleransi dimulai dari SD, SMP, dan SMA. Hal tersebut dilakukan bersama FKUB maupun pihak kepolisian

"Setiap kegiatan, acara, mengajak para pemuda kita untuk menjalin toleransi umat beragama. Dengan adanya itu maka paham radikalisme yang ada yang akan masuk di semua sektor akan kita cegah," tandas Ronny.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Grobogan Muhammad Toha Karim Amrullah mengatakan pembentukan FKUB hingga tingkat kecamatan bertujuan menangani dan mengantisipasi konflik SARA lebih cepat.

"Ya kita lebih segera bisa tahu kondisi di daerah. Kalau di kabupaten kan belum tentu tahu karena pengurus tingkat kabupaten kota saja. Lah kita ada FKUB kecamatan, kita lebih mudah komukasikan, semua punya nomor hp tersimpan," ujar Toha.

Menurut data Badan Pusat Statistik, Kabupaten Grobogan pada 2018, jumlah penduduk mencapai 1.371.610 jiwa. Dari angka tersebut, mayoritas penduduknya beragama Islam. Sedangkan penganut Khonghucu menjadi yang paling sedikit dengan hanya memiliki tiga klenteng.

Namun, kenyataan tersebut tidak membuat umat Khonghucu merasa didiskriminasi. Hal itu disampaikan Eko Darmawan, ketua umat Khonghucu FKUB Grobogan.

"Jadi selama adanya FKUB ini, kelenteng jadi aman. Jadi kita terasa terjaga gitu, kekeluargaanlah istilahnya. Sehingga terciptanya kedamaian yang ada di Grobogan, khususnya di tempat ibadah kami, di kelenteng," pungkas Eko. (OL-1)

BERITA TERKAIT