14 February 2020, 08:08 WIB

Gubernur DKI Jakarta Diduga Menipu Publik


(Put/Ins/J-1) | Megapolitan

KETUA DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menuding Gubernur Anies Baswedan telah memanipulasi surat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) perihal pergelaran Formula E di Monas. Ia melaporkan hal itu kepada Sekretaris Menteri Sekretariat Negara.

"Saya akan memanggil (Anies) dan saya hari ini masih punya palu. Kalau dia kan punya uang, saya punya palu. Kalau palu itu gak saya ketuk, gak akan terjadi apa-apa. Kalau dia keras, saya juga akan keras," kata Prasetyo di Jakarta, kemarin.

Polemik itu muncul lantaran pernyataan dari Ketua TACB DKI Mundardjito yang mengaku tidak dilibatkan dalam kajian persetujuan Monas dijadikan lintasan balapan Formula E.

"Kami melihat ada manipulasi bahwa seakan-akan Kepala Cagar Budaya Mundardjito ini mengiyakan. Padahal, (ia) belum dikonfirmasi. Ini kan juga saya bertanya kepada Pak Setneg kok dibolehkan?"

Prasetyo kesal melihat desain sirkuit Formula E, yang nantinya batu alam di Monas akan diaspal beton. Ia menegaskan Monas ialah cagar budaya yang seharusnya dilindungi.

Tudingan adanya kebohongan publik juga dilontarkan anggota DPRD DKI Ida Mahmudah. Menurut dia, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI menyebut Formula E tidak menggunakan area Monas sebagai sirkuit. Revitalisasi Monas pun bukan untuk memfasilitasi balap mobil bertenaga listrik itu.

"Saya tanya dulu saat rapat katanya enggak masuk Monas. Eh, ternyata masuk. Pak Heru (Kepala Dinas Citata) bilangnya bukan wewenangnya, tapi Pak Hari (Kepala Dinas Bina Marga DKI) ngumumin," kata Ida.

Dengan pernyataan yang kontradiktif itu pun Pemprov DKI dinilai sudah membohongi publik. Ia pun mulanya sudah mencurigai proyek revitalisasi Monas bukan hanya untuk menjalankan Keputusan Presiden No 25/1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, tetapi juga ada maksud lainnya.

"Saya berharap Pak Anies berhentilah. Jajarannya pada bohong. Kalau sudah ada sanggahan kayak gini, pasti ada yang memembohongi publik," katanya.

Pada lampiran surat Gubernur Anies Baswedan kepada Komisi Pengarah tertanggal 7 Februari terdapat peta rute sirkuit Formula E yang akan diselenggarakan pada 6 Juni mendatang. Dalam peta itu arena sirkuit dibagi ke dalam tiga zona. Zona A terdapat di silang barat laut Monas yang akan dijadikan arena rekreasi dan pengenalan terhadap Formula E.

Sementara zona B yang direncanakan berada di sisi selatan akan menjadi area bagi tamu VIP dan sebagai titik mula balapan. Ida menyebut untuk menyediakan arena inilah sisi selatan Monas dikebut untuk direvitalisasi. Sementara untuk zona C di sisi timur akan menjadi arena bagi staf dan media.

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad menilai Gubernur DKI beserta jajarannya punya masalah di komunikasi.

"Intinya kondisi seperti ini membuktikan bahwa adanya komunikasi yang buruk. Apalagi, kalau dari pihak TACB-nya dalam surat resminya dinyatakan merekomendasi itu, padahal tidak. Ini harus diperbaiki komunikasi. Apalagi, ini masalah internal," kata Idris. (Put/Ins/J-1)

BERITA TERKAIT