14 February 2020, 07:33 WIB

Senat AS Batasi Kemampuan Trump untuk Perang dengan Iran


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SENAT Amerika Serikat (AS) yang dikuasai Partai Republik meloloskan rancangan undang-undang yang membatasi kemampuan Presiden Donald Trump untuk menyatakan perang terhadap Iran.

Resolusi Kekuasaan Perang Iran disetujui dengan hasil pemungutan suara 55-45, beberapa jam setelah Trump memperingatkan hal itu akan membuat AS kurang aman dari potensi serangan dan ancaman Iran.

DPR AS yang dukuasai Demokrat sebelumnya meloloskan versi RUU pada Januari, setelah Trump memerintahkan pembunuhan seorang jenderal top Iran Qaseem Soleimani.

RUU yang diajukan Senator Tim Kaine itu mengatakan Trump harus mendapatkan persetujuan dari Kongres sebelum terlibat dalam aksi militer lebih lanjut terhadap Iran.

Delapan senator Republik membelot ke Demokrat sehingga memungkinkan resolusi lolos.

Baca juga: Unggul di New Hampshire, Sanders Fokus ke Nevada

Trump diperkirakan akan memveto RUU tersebut begitu masuk ke Gedung Putih.

Sehari sebelum pemungutan suara, Trump mencicit, "Sangat penting bagi keamanan negara kita agar Senat Amerika Serikat tidak menyetujui Resolusi Kekuasaan Perang Iran."

"Kita melakukan yang sangat tepat terhadap Iran dan ini bukan waktu untuk menunjukkan kelemahan. Jika tangan saya diikat, Iran akan memiliki gelanggang. Mengirim sinyal yang sangat buruk. Demokrat melakukan ini sebagai upaya untuk mempermalukan Partai Republik," imbuhnya.

Resolusi itu mensyaratkan Trump untuk memindahkan pasukan yang terlibat dalam permusuhan dengan Iran kecuali Kongres menyatakan perang atau mengeluarkan resolusi yang memungkinkan penggunaan kekuatan khusus.

Ditambahkan, tidak ada bagian dari resolusi yang dimaksudkan untuk mencegah AS mempertahankan diri dari serangan yang berpotensi segera terjadi.

Senator Republik Mike Lee mendukung kebijakan luar negeri Trump, termasuk terhadap Iran. Tetapi ia menekankan Kongres tidak dapat melepaskan tanggung jawab konstitusionalnya untuk bertindak dalam masalah perang dan perdamaian.

Senator Republik lainnya, Susan Collins, salah satu sponsor, menyebut resolusi itu sangat dibutuhkan dan sudah lama ditunggu.

Dia mengatakan selama dekade terakhir, "Kongres terlalu sering melepaskan tanggung jawab konstitusionalnya untuk mengizinkan penggunaan kekuatan militer secara berkelanjutan."

Sementara Pemimpin Mayoritas Senat Republik, Mitch McConnell, dan banyak anggota partai lainnya menentang resolusi tersebut. Penentang mengatakan itu akan mengirimkan pesan yang salah kepada sekutu AS.

Resolusi kekuatan perang lolos di Senat beberapa jam setelah Angkatan Laut AS mengumumkan mereka telah menyita senjata yang diyakini sebagai ‘desain dan pembuatan’ dari sebuah kapal laten Iran di Laut Arab. (BBC/Aljazeera/OL-1)

BERITA TERKAIT