13 February 2020, 22:45 WIB

Bantah Anies, Tim Cagar Budaya Mengaku Tak Dilibatkan Anies


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta, Mundardjito, mengaku tidak dilibatkan dalam kajian persetujuan Monas dijadikan trek balapan Formula E.

"Itu bukan urusan saya, saya TACB. Itu uruasan TSP (Tim Sidang Pemugaran). Saya enggak tahu (detailnya), saya belum terlibat," kata Mundardjito saat dihubungi, Jakarta, Kamis (13/2).

Seperti diketahui, dalam surat yang dilayangkan Gubernur Anies Baswedan ke Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka, tertulis penyelenggaraan Formula E di Kawasan Monas telah mendapat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta.

Rekomendasi tertuang dalam surat Kepala Dinas Kebudayaan dengan nomor 93/-1.853.15 tentang Penyelenggaraan Formula E pada 20 Januari 2020. Anies kemudian mengirimkan rancangan rute baru Formula E ke Komisi Pengarah.

 

Baca juga: Tuding Anies Manipulasi Rekomendasi, Ketua DPRD Datangi Setneg

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Iwan Henry Wardhana menyatakan surat rekomendasi tidak dikeluarkan oleh TACB. Pihaknya mengatakan Tim Sidang Pemugaran yang merekomendasi apakah Monas sebagai cagar budaya diperbolehkan dijadikan tempat lintasan Formula E atau tidak. Atas dasar rekomendasi itu, Disbud mengeluarkan putusan yang diteruskan ke Anies Baswedan.

"Mestinya yang memberikan advisory Formula E bukan tim ahli cagar budaya, tapi Tim Sidang Pemugaran. Jadi rekomendasi sekali lagi hanya keluar dari kepala dinas kebudayaan," kata Iwan di Gedung Balai Kota.

Saat dikonfirmasi, Ketua Tim Sidang Pemugaran DKI Jakarta, Bambang Eryudhawan mengatakan pihaknya menyetujui Formula E diadakan di kawasan Monumen Nasional (Monas). Namun, dengan syarat tidak merusak tempat cagar budaya itu.

"Intinya jangan diganggu Tugu Nasional itu. Kami memberikan rekomendasi, jika dilakukan di sana (Monas) harus bisa dipulihkan lagi. Yang penting kan kami jaga Tugu Nasional jangan dirusak," jelas Bambang saat dihubungi.

Bambang menyebut cobblestone atau batu alam yang akan diaspal beton oleh Dinas Bina Marga bersifat sementara, sehingga tidak dipermasalahkan oleh pihaknya. Ia mengatakan soal pemanfaatan izin di Monas harus dilihat berbagai pertimbangan.

"Cobblestone itu kan bukan cagar budaya. Monas itu kompleks, ada aspek kehutanan, ada aspek dari Binas Marga. Yang penting jangan rusak Tuga Minas. Kalau (kawasan Monas) dimanfaatkan dengan sifat temporer boleh saja. Jangan berlebihan dan merusak lingkungan," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT