13 February 2020, 21:54 WIB

Perguruan Tinggi Harus Adaptif Dalam Menghadapi Perubahan


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

PELAKSANA Tugas Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Jakarta M Samsuri meminta perguruan tinggi agar segera beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.

Hal itu agar dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta agar tetap diminati oleh calon mahasiswa.

"Perguruan tinggi yang memiliki bisnis proses konvensional itu-itu saja, tidak melalukan adaptasi, dan tidak adaptif dengan perubahan di dunia usaha dan dunia industri, perubahan dengan perkembangan zaman, maka perlahan perguruan tinggi tersebut akan terdisrupsi, akan ditinggal oleh peminatnya," kata M Samsuri dalam acara pembukaan pameran pendidikan Jakarta Education & Techno Expo Festival.

Samsuri mengungkapkan, ada tiga kriteria utama SDM lulusan perguruan tinggi yang sangat diharapkan oleh masyarakat dan dunia industri, yaitu memiliki pengetahuan yang mumpuni, memiliki keterampilan yang memadai, dan memiliki soft skill yang baik.

"Dalam arti kemampuan membangun komunikasi, membangun kerja sama, dan juga perilaku yang baik termasuk lulusan-lulusan yang terbebas dari narkoba, dan memiliki intergritas yang baik," ujarnya.

Baca juga : Kemendikbud Akan Bubarkan Prodi Dengan Serapan Kerja Kecil

Melalui kebijakan kampus merdeka, pemerintah memberikan ruang sebesar-besarnya bagi perguruan tinggi untuk berinovasi dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, menyelenggarakan dan mengelola perguruan tinggi dengan proses bisnis yang baik.

"Intinya ke sana, benar-benar diberikan tanggung jawab ke perguruan tinggi tersebut. Ini sebenarnya sesuai dengan amanat UU 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang mana perguruan tinggi itu adalah institusi pendidikan yang otonom. Oleh karena itu baik buruknya lulusan itu betul-betul tanggung jawab perguruan tinggi, tentu pemerintah akan melakukan proses monitoring, evaluasi dan pengawasan melibatkan masyarakat untuk pro-aktif," jelasnya.

Samsuri pun mengingatkan pada calon mahasiswa baru agar pandai dalam memilih perguruan tinggi dan program studi yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.

Di samping itu, perhatikan status akreditasi kampus dan profil lulusannya agar dapat mengukur seberapa baik kualitas kamlus tersebut.

"Cara melihat perguruan tinghi baik atau tidak, bisa dicek di status akreditasinya. Status akreditasi itu tetap penting karena itu pengelihatan eksternal terhadap mutu internal perguruan tinggi. Kedua, bisa dicari tahu status lulusan-lulusannya," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT