14 February 2020, 03:30 WIB

Terdampak Derby della Madonnina


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

KEUNTUNGAN bermain di kandang gagal dimanfaatkan Inter Milan untuk meraih kemenangan di leg pertama semifinal Coppa Italia, kemarin dini hari. Saat menjamu Napoli di Stadion Giuseppe Meazza, Inter menyerah 0-1 melalui gol tunggal Fabian Ruiz di menit ke-57.

Kekalahan itu memang tidak menutup peluang La Beneamata, julukan Inter Milan, lolos ke final. Romelu Lukaku dan kolega akan lolos ke final jika sedikitnya menang 2-1 di leg kedua di kandang Napoli, awal Maret mendatang.

Seusai laga, pelatih Inter Milan, Antonio Conte, mengatakan kekalahan dari Napoli kali ini ialah dampak laga derbi melawan AC Milan di ajang Seri A, awal pekan ini. Setelah Derby della Madonnina itu, Conte mengistirahatkan beberapa pemain utama saat melawan Napoli.
Dengan absennya Diego Godin, Antonio Candreva, Matia Vecino, Ashley Young, dan Alexis Sanchez membuat permainan Inter tidak terlalu menggigit.

“Kami mengganti lima pemain agar skuad lebih bugar. Kami tidak boleh lupa bahwa Napoli memiliki kualitas yang mampu mengalahkan Juventus di liga dan Lazio di Coppa Italia,” kata Conte.

Bagi Napoli, kemenangan di kandang Inter jadi modal berharga saat jadi tuan rumah di leg kedua. “Ini ialah Napoli yang sesungguhnya. Pujian untuk pemain. Namun, tidak ada alasan untuk tersenyum sekarang, kami belum meraih apa pun,” kata pelatih Napoli, Gennaro Gattuso.

Di sisi lain, Athletic Bilbao hanya menang 1-0 atas tim tamu Granada di leg pertama semifinal Piala Raja Spanyol. Gol kemenangan Bilbao dalam laga tersebut dicetak Iker Muniain pada menit ke-42.

“Kami seharusnya men­cetak lebih banyak gol. Jika kami menang 2-0, tetap saja belum usai, tapi lebih dekat ke final,” kata Pelatih Bilbao, Gaizka Garitano.


Memburu gol ke-200

Dari ajang Piala Prancis, Paris Saint Germain masih terlalu perkasa bagi Dijon. Saat bermain di Stadion Gaston Gerard, kandang Dijon, pada laga perempat final kemarin, PSG menang telak 6-1 dan memastikan satu tempat di semifinal.

Enam gol PSG terjadi di menit pertama melalui bunuh diri pemain Dijon, Weslet Lautoa, Kylian Mbappe (44’), Thiago Silva (50’), Pablo Sarabia (55’, 90’), dan bunuh diri Senou Coulibaly (86’). Satu gol hiburan Dijon disumbang Mounir Chouiar di menit ke-13.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, mengaku senang dengan kemenangan telak itu. Meski tak diperkuat bintangnya, Neymar, PSG masih tampil trengginas.

“Kami pantas untuk menang. Ini penampilan yang luar biasa,” kata Tuchel.

Di laga tersebut, striker PSG Edinson Cavani gagal menorehkan gol yang ke-200 bagi Les Parisien--julukan PSG. Saat ini striker asal Uruguay itu merupakan pemain dengan sumbangan gol terbanyak bagi PSG, yakni 199 gol.

“Itu tidak buruk karena dia bisa mencetak gol ke-200 melawan Amiens pada Sabtu atau Selasa mendatang melawan Borussia Dortmund di Liga Champions,” ujar Tuchel.

Tiket ke semifinal juga didapat Lyon. Ketika menghadapi tim tamu Marseille, Lyon menang 1-0. Gol tunggal kemenangan Lyon dalam laga tersebut dicetak Houssem Aouar pada sembilan menit jelang laga usai. (AFP/R-1)

BERITA TERKAIT