13 February 2020, 19:31 WIB

Wabah Virus Korona Tekan Harga CPO


Hilda Julaika | Ekonomi

WABAH virus korona turut menekan harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) global. Perusahaan penyedia data pasar global, Refinitiv, menunjukkan harga CPO di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) turun sebesar RM 49.

Harga CPO berada pada level RM 2.660 per ton, atau turun 1,5% dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Menanggapi data tersebut, pengamat kelapa sawit, Maruli Gultomo, mengatakan Indonesia terdampak secara tidak langsung. Namun, pihaknya optimistis Indonesia bisa mengalihkan suplai minyak kelapa sawit ke pasar domestik.

“Secara tidak langsung terdampak. Ini kan harga berdasarkan suplai dan permintaan. Dengan adanya virus (korona), memang ekonomi melorot semua. Kegiatan ekonomi sangat melorot, termasuk impor CPO pun menurun. Harga CPO dunia kemarin sekitar US$ 700 per ton,” ungkap Maruli seusai diskusi di Jakarta, Kamis (13/2).

Baca juga: RI Ingatkan Uni Eropa Soal Diskriminasi Kelapa Sawit

Kendati demikian, dirinya berpendapat Indonesia tidak perlu terlalu khawatir. Pasalnya, Indonesia memiliki suplai CPO yang tinggi untuk memenuhi permintaan. Maruli menyarankan sektor industri bisa mengalihkan pasokan CPO untuk kebutuhan pasar domestik, khususnya untuk produksi di sektor hilir.

“CPO bisa digunakan di domestik. Misalnya, untuk produksi minyak goreng. Biodesel juga kalau bisa dinaikin 40 (B20) saja. Sawit kan lagi turun ya harganya,” tuturnya.

Sebagai informasi, jumlah korban tewas dan kasus baru akibat wabah virus korona di Tiongkok per Kamis (13/2), naik menjadi 242 korban tewas. Tercatat hampir 15 ribu pasien baru di Provinsi Hubei, Tiongkok. Sekitar 1.355 orang meninggal akibat virus korona di seluruh penjuru Tiongkok. Selain itu, hampir 60 ribu orang terinfeksi setelah Komisi Kesehatan Hubei merilis laporan teranyar.(OL-11)

BERITA TERKAIT