13 February 2020, 22:35 WIB

Israel Kecam Rilis 112 Perusahaan


MI | Internasional

PBB telah merilis daftar 112 perusahaan yang beraktivitas di permukiman Israel, permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. Perusahaan tersebut termasuk Airbnb, Expedia dan TripAdvisor.

Laporan PBB merupakan tanggapan terhadap resolusi Dewan HAM PBB 2016 yang menyerukan basis data untuk semua bisnis yang terlibat dalam kegiatan spesifik terkait dengan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Awalnya ada lebih dari 300 perusahaan yang dievaluasi. Tetapi laporan akhir menyebutkan ada 112 entitas bisnis yang masuk dalam daftar. Dikatakan, 94 perusahaan yang terdaftar memiliki kantor pusat di Israel, sementara 18 lainnya tersebar di enam negara. Perusahaan yang masuk dalam daftar adalah berbagai perusahaan internasional besar, termasuk Airbnb, Alstom, Booking.com dan Motorola Solutions.

“Saya sadar masalah ini telah dan akan terus menjadi sangat kontroversial,” kata ketua hak asasi PBB Michelle Bachelet,  Kamis (13/2). Namun, dia menambahkan bahwa temuan tersebut telah menjadi proses peninjauan yang luas dan teliti.

Langkah itu didukung oleh Palestina tetapi dianggap “memalukan” oleh Israel. Pejabat Israel khawatir daftar tersebut dapat digunakan untuk memboikot perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan permukiman.

Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS), yang menyokong embargo Israel atas perlakuannya terhadap Palestina, menyambut baik daftar tersebut. Basis data dijadwalkan akan dirilis tiga tahun lalu, tetapi berulang kali tertunda.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan pembalasan. “Siapa pun yang memboikot kita akan balas diboikot,” ungkap kantor PM Israel.

Menteri Luar Negeri Israel Katz menyebut tindakan itu sebuah penyerahan yang memalukan terhadap tekanan dari negara dan organisasi yang ingin mengganggu Israel.

Sedangkan dari Palestina, Menlu Riyad al-Malki menggambarkan bahwa publikasi itu sebagai kemenangan hukum internasional dan upaya diplomatik. (AFP/Nur/X-11)

BERITA TERKAIT