13 February 2020, 18:09 WIB

Tangani Ratusan Pasien DBD, 4 Dokter di Sikka Terjangkit


Palce Amalo | Nusantara

EMPAT dokter yang menangani pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terjangkit DBD.

Dua dokter di antaranya terjangkit DBD di puskesmas, sedangkan dua orang terjangkit DBD di Rumah Sakit TC Hillers Maumere, Sikka.

"Di tempat perawatan pasien, virus DBD itu selalu ada. Empat dokter terjangkit menjalani perawatan dan sudah sembuh," kata Direktur Rumah Sakit TC Hillers Maumere, Sikka, dokter Clara Francis saat dihubungi lewat telepon, Kamis (13/2) sore.

Sedangkan pasien DBD yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut sebanyak 71 orang, didominasi pasien anak sekitar 80 persen. Banyaknya pasien anak, rumah sakit terpaksa merawat pasien di tempat perawatan orang dewasa. Sedangkan 20 persen terdiri dari pasien orang dewasa.

Menurutnya, pasien DBD masih terus berdatangan ke rumah sakit, namun, pasien yang sembuh juga bertambah banyak. Dia menyebutkan pada Senin pekan lalu pasien DBD yang menjalani perawatan tercatat 80 orang dan bertambah menjadi 80 orang pada keesokan harinya.

"Rata-rata pasien yang dirawat antara 70-80 orang. Pernah turun sampai 35 orang kemudian naik lagi menjadi 70 orang. Sedangkan total pasien DBD yang dirawat sejak Januari sebanyak 480 orang," ujarnya.

Menurut dokter Clara, pasien DBD dirawat di tiga rumah sakit, termasuk TC Hillers. Dua rumah sakit lainnya yakni Rumah Saki Lela dan Kewapante.

"Semua pasien ditangani dengan baik. Setiap hari ada pasien yang dipulangkan tetapi ada juga ada yang dirawat," ujarnya.

Dia juga warga mulai ada gejala DBD segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan secara cepat. Sementara itu status kejadian luar biasa (KLB) DBD di Sikka diperpanjang oleh pemerintah daerah setempat, menyusul masih banyakya korban DBD di daerah itu. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT