13 February 2020, 15:36 WIB

Bank DKI Dukung Program Pangan Murah di Jakarta


Selamat Saragih | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melanjutkan program pangan murah demi memenuhi kebutuhan masyarakat Ibu Kota, khususnya warga tidak mampu dengan harga murah. Kolaborasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilakukan untuk mewujudkan program mengurangi jumlah keluarga tidak mampu tapi bahagia.

"Bank DKI bersama Dinas KPKP DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Dharma Jaya dan Perumda Pasar Jaya menggelar Program Pangan Murah Jakarta,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (13/2).

Herry menambahkan, program ini berlangsung setiap bulan menjual daging sapi seharga Rp35.000 per kilogram (kg), daging kerbau Rp30.000 per kg, daging ayam Rp8.000 per kg, telur ayam Rp10.000 per 15 butir, beras Rp30.000 per 5 kg, ikan kembung Rp13.000 per kg, dan susu UHT Rp30.000 per karton (24 pak).

"Program ini menyasar kelompok masyarakat tertentu. Yakni, pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Pegawai Harian Lepas (PHL) dengan pendapatan UMP, Guru Honorer/tenaga pendidik non PNS, dan penghuni rusun milik Pemprov DKI Jakarta,” lanjutnya.

Adapun lokasi penyaluran Pangan Murah Jakarta itu digelar setiap hari Senin hingga Sabtu dari pukul 08.00 – 17.00 WIB di outlet-outlet Dharma Jaya, pasar-pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya, JakGrosir, JakMart dan Gerai Kewirausahaan Terpadu.

Selain itu, tambah Herry, Program Pangan Murah Jakarta juga bisa dikunjungi di sejumlah rusun dan RPTRA yang telah dijadwalkan Dinas KPKP DKI Jakarta.

Untuk pemerataan distribusi, ujar Herry, ada mekanisme transaksi subsidi pangan. Yakni:

1. Penerima subsidi hanya berhak mendapat satu jenis komoditi dalam sebulan dan dapat bertransaksi pada hari berikutnya untuk komoditi yang belum ditransaksikan.

2. Komoditi tidak bersifat akumulatif.

3. Komoditi susu hanya diperuntukkan bagi pemegang KJP Plus.

4. Penerima subsidi hanya berhak memilih salah satu daging Sapi atau Kerbau.

5. PJLP Pemprov DKI Jakarta sudah harus terdaftar terlebih dahulu sebelum bertransaksi.

"Program Pangan Murah ini terbukti telah menjadi instrumen pengendali inflasi yang efektif dan dapat menjadi program percontohan untuk diterapkan di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Herry, Bank DKI dan BUMD terkait akan menyampaikan sharing implementasi sinergi BUMD DKI untuk menyukseskan program ini pada seminar nasional BPD seluruh Indonesia dalam rangkaian acara penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda periode ke-2 Tahun XXX Bank DKI-2020 di Mercure Ancol tanggal 22 Februari 2020.

“Untuk memudahkan transaksi perbankan, kami mengimbau agar penerima subsidi pangan dapat mendownload JakOne Mobile. Melalui JakOne Mobile, penerima subsidi akan dimudahkan dalam pengecekan saldo dan history transaksi yang dilakukan”, ujar Herry.

Selain itu, tambahnya, transaksi perbankan lainnya seperti tagihan telepon, tagihan PDAM, token listrik, BPJS Kesehatan, Zakat, Tiket Pesawat atau Kereta Api, pembayaran pajak PBB dan Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan juga dapat dilakukan melalui JakOne Mobile. (OL-13)

BERITA TERKAIT