13 February 2020, 15:25 WIB

WNI Dari Wuhan akan Tinggalkan Natuna Lusa


Antara | Humaniora

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok, sudah bisa meninggalkan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, setelah masa observasi 14 hari berakhir pada Sabtu (15/2).

"Tanggal 15 (Februari)," kata Menteri Kesehatan Terawan, di Jakarta, Kamis (13/2).

Baca juga: Usai Observasi, Pemulangan 238 WNI Dilakukan Tanpa Seremoni

Keluarga atau kerabat bisa menjemput mereka di Natuna. "Itu terserah keluarga," kata Terawan.

Menteri Kesehatan juga memastikan sampai saat ini semua orang yang menjalani observasi di Natuna dalam kondisi sehat, tidak ada yang terserang virus corona baru.

Baca juga: Metode Kalkulasi Korona Diubah, Kematian di Tiongkok Melonjak

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Polri Jenderal Pol Indham Azis, Kamis (13/2) menyambangi warga Kampung Tua Penagi dan Kampung Pering Bandarsyah dalam kunjungan kerjanya di Natuna.

Mereka meninjau pos kesehatan di daerah itu serta memberikan bantuan bahan pokok kepada warga di sekitar kawasan pusat observasi bagi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, tempat virus corona baru menimbulkan wabah yang mematikan.

Baca juga: Sebelum ke Jakarta, Kesehatan 238 WNI dari Wuhan Dicek Ulang

"Saya bersama Bapak Kapolri hadir, yang pertama untuk memberikan motivasi kepada para prajurit TNI dalam rangka tugas kemanusiaan," kata Panglima TNI.

"Yang kedua, kita juga menyapa masyarakat yang ada di sekitar wilayah observasi," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa warga yang tinggal di sekitar pusat observasi WNI dari Wuhan di hanggar harat Lanud Raden Sadjad secara umum dalam keadaan sehat.

"Saat ini kita juga laksanakan bakti kesehatan dan saya tanya semuanya dalam kondisi sehat, memang ada keluhan-keluhan yang seringkali dirasakan oleh masyarakat di sini dan kita bisa atasi semua," kata Panglima TNI. (OL-13)

 

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT