13 February 2020, 12:13 WIB

Sektor Pariwisata Lesu, Pemerintah Gelontorkan Insentif


Hilda Julaika | Humaniora

KINERJA sektor pariwisata nasional terdampak wabah virus korona. Pasalnya, arus wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia menurun drastis.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mendorong maskapai untuk mengisi kekosongan slot penerbangan di sejumlah bandara Tanah Air. Hal itu menyusul keputusan pemerintah yang menghentikan sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok sejak 5 Februari.

Pemerintah pun menggelontorkan insentif berupa bantuan promosi. Misalnya, pembuatan bundled package penerbangan, akomodasi dan atraksi dengan harga kompetitif. Selain itu, kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) dan juga Travel Agent/Tour Operator (TA/TO). Pemerintah juga memberikan bantuan promosi dengan skema patungan (joint promotion).

Baca juga: Kemenhub Tunda Sementara Penerbangan dari dan ke Tiongkok

“Semua orang terdampak karena masalah ini. Kita sama-sama mendengarkan, menerima masukan dan mencari solusi. Bagaimana kita dapat melihat opportunity ke depan," kata Wishnutama dalam keterangan resmi, Kamis (13/2).

Pihaknya mengakui penyebaran virus korona mengakibatkan travel warning dan larangan penrbangan. Hal ini tentu berdampak buruk pada industri penerbangan dan pariwisata Indonesia. Pemberian insentif kepada maskapai diyakini berimplikasi pada pengisian slot kosong penerbangan di sejumlah bandara Tanah Air.

“Kami diminta Presiden untuk memberi solusi terhadap dampak virus korona. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan, untuk menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT