13 February 2020, 11:53 WIB

Kemenkes Cek Kabar Turis Tiongkok Positif Korona Pasca ke Bali


Indriyani Astuti | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) belum menerima laporan terkait warga negara Tiongkok yang diketahui terkena virus korona (COVID-19) pascaberkunjung ke Bali pada 28 Januari.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Vensya Sitohang, mengatakan pihaknya masih mengonfirmasi kabar tersebut. “Kami akan lihat. Kami belum mendapat laporan,” ujar Vensya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Rabu (12/2).

Dia menambahkan bahwa hal itu perlu ditelusuri lebih lanjut, khususnya periode keberadaan di Indonesia. Vensya menjelaskan gejala orang terinfeksi virus korona tidak langsung kelihatan. Sebab, ada masa inkubasi selama 14 hari pascainfeksi.

Dikutip dari harian The Strait Times, Tiongkok mengeluarkan pernyataan resmi bahwa ada warga negara Tiongkok yang positif terinfeksi virus korona. Pasien tersebut sempat berkunjung ke Bali, Indonesia. Informasi yang dimuat Weibo Post pada 6 Februari 2020 memuat keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Huainan. Dilaporkan pada 5 Februari, pasien positif virus Korona bernama Jin, sempat menumpangi maskapai Lion Air dari Wuhan dengan tujuan Bali, Indonesia, pada 22 Januari. Kemudian, dia kembali pada 28 Januari menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA858 dari Bali menuju Shanghai, Tiongkok.

Baca juga: Terduga Novel Korona Virus di Indonesia Bertambah

Secara terpisah, Lion Air menyatakan penanganan penumpang Lion Air JT-2618 pada 22 Januari 2020 rute Wuhan-Denpasar telah sesuai prosedur. Melalui keterangan resmi, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap awak pesawat dan penumpang. Hal itu menanggapi kabar terkait satu penumpang dari Wuhan yang terindikasi positif virus korona. Pengecekan telah dilakukan tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Laporan menyebut tidak ada yang terindikasi atau memiliki gejala terkena virus korona.

Danang memaparkan penerbangan pesawat Lion Air JT-2618 dari Bandar Udara Internasional Tianhe di Wuhan, Tiongkok, dengan tujuan Denpasar melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 22 Januari telah beroperasi sesuai standar prosedur. Penerbangan JT-2618 sudah dipersiapkan dengan baik. Sebelum keberangkatan, seluruh kru dan penumpang menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan. Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa 2 pilot, 1 kopilot, 6 awak kabin, 2 teknisi dan 188 penumpang.

Lion Air sudah melakukan penghentian/ pembatalan sementara (suspend) penerbangan internasional pulang-pergi (PP) rute Denpasar-Wuhan-Denpasar mulai 29 Januari hingga pemberitahuan lebih lanjut.(OL-11)

 


BERITA TERKAIT