13 February 2020, 13:15 WIB

PSSI Mengaku Punya Metode Rahasia Awasi Wasit


Antara | Sepak Bola

WAKIL Ketua Komite Wasit PSSI Hasani Abdulgani mengatakan ia memiliki metode rahasia untuk mengawasi kinerja wasit serta asisten wasit di liga, termasuk Liga 1 Indonesia 2020, agar iklim sepak bola nasional makin sehat dan makin kompetitif.

"Kami memiliki peralatan-peralatan baru dan menggunakan beberapa hal untuk membersihkan sepak bola kita. Namun, saya tidak bisa mengatakannya di media," ujar Hasani di Jakarta, Rabu (12/3).

Menurut pria yang juga menjabat komisaris PT LIB tersebut, hal itu dilakukan agar praktik-praktik kotor seperti pengaturan skor bisa dideteksi dengan segera.

Hasani menegaskan, PSSI ingin membuat iklim sepak bola nasional semakin sehat dan kompetitif.

Seandainya ada wasit yang tetap tergoda melakukan tindakan terlarang, dia dipastikan akan diproses hukum.

Baca juga: PT LIB Minta Kesiapan Stadion Peserta Liga 1 Segera Rampung

"Kalau mau nakal, monggo. Nanti ada Satgas Antimafia Bola yang akan memisahkan dia dengan keluarga kurang lebih empat tahun," tutur Hasani.

Selain dengan metode rahasia, cara lain Komite Wasit PSSI mencegah pengaturan pertandingan di dalam lapangan adalah dengan menaikkan gaji wasit.

Hasani menyebut, kenaikan penghasilan wasit dan asisten wasit mencapai 38%.

"Peningkatan gajinya sampai 38%. Nanti wasit Liga 2 juga otomatis akan mengikuti," kata Hasani.

Komite Wasit sendiri masih dalam proses seleksi wasit dan hakim garis untuk Liga 1 Indonesia 2020.

Liga 1 Indonesia 2020 berlangsung mulai 29 Februari sampai 31 Oktober 2020. Ada 18 tim peserta Liga 1 2020, termasuk tiga klub promosi dari Liga 2 2019 yakni Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Persiraja Banda Aceh. (OL-1)

BERITA TERKAIT