13 February 2020, 11:30 WIB

Monas Jadi Tuan Rumah Formula E Selama 2 Musim


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta melalui BUMD DKI PT Jakarta Propertindo (Jakpro) akan menyelenggarakan balap mobil tenaga listrik Formula E selama lima tahun atau lima musim hingga 2024.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menyebut area Monumen Nasional dan Kawasan Medan Merdeka akan menjadi 'tuan rumah' sirkuit Formula E selama dua musim.

Sementara untuk tiga musim lainnya bisa diselenggarakan di lokasi lainnya di Jakarta.

"Kita bisa menbuat lintasan bukan hanya di Monas. Jadi selama lima tahun, di Monas dua kali, lainnya ke mana-ke mana. Selama lima tahun bisa pindah-pindah," ungkap Hari di Balai Kota, Rabu (12/2).

Pengerjaan segala persiapan sirkuit seperti pengaspalan akan dimulai April mendatang.

Baca juga: Trek di Monas Diaspal, Formula E Diklaim Ramah Lingkungan

Untuk mempersiapkan sirkuit, Hari menjelaskan Pemprov DKI akan meniru cara pemerintah Kota Roma yang sirkuitnya juga melintasi bangunan dan lokasi cagar budaya. Di jalanan ibu kota Italia itu juga dilengkapi dengan batuan 'cobblestone' sama seperti di beberapa area di Monas.

Menurutnya, panitia penyelenggaraan Formula E di Kota Roma hanya melapisi cobblestone itu dengan aspal grade 3 sesuai standar Fomula E dan bukan dengan pembongkaran.

"Di Roma kan kayak semacam cagar budaya juga. Ada cobblestone begitu, makanya nggak dibongkar tapi dilapis. Tapi di Monas tidak temasuk cagar Budaya. Yang termasuk (cagar budaya) adalah Tugu Monas, cawan, sama simpang. Cobblestone itu dulu hotmix (aspal), kemudian dicor dulu, baru dipasang cobblestone. Jadi sebenarnya tidak meresap air juga itu," jelas Hari.

Pemilihan untuk melapisi batuan andesit itu dilakukan karena lebih efisien dari segi waktu. Jika dilakukan pembongkaran kembali akan membutuhkan waktu lama. Ia khawatir tidak terkejar penyelesaian pekerjaan dengan tenggat waktu persiapan yang jatuh pada April.

Hari pun menegaskan penyelenggaraan Formula E di Monas akan sangat memperhatikan rekomendasi dari Komisi Pengarah termasuk soal cagar budaya.

"Iya kan kita sudah dapat surat persetujuan dari Ketua Komisi Pengarah Pak Mensesneg. Itu item-item mana yang bisa mencegah kelestarian ya semuanya ya nanti pelaksana pembangunan lintasan sirkuit nanti tetap mengakomodir itu tadi kaidah-kaidah yg disarankan," tegasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT