13 February 2020, 08:25 WIB

Erick Thohir Review Kampus BUMN


Van/E-2 | Ekonomi

MENTERI BUMN Erick Thohir akan mengkaji kembali keberadaan universitas atau perguruan tinggi yang dimiliki oleh BUMN.

"Saya sedang me-review apa betul BUMN-BUMN perlu punya universitas karena bersaing di bisnis intinya saja belum tentu survive apalagi menjalankan sesuatu yang bukan di bidangnya," ujar Erick Thohir dalam seminar Penguatan Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) BUMN di Jakarta, kemarin.

Erick mengatakan, dalam melakukan review itu, dirinya akan merekrut Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Herdy Harman untuk menyinergikan program-program yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ketimbang BUMN-BUMN menjadi kompetitor industri pendidikan.

"Namun, kita langsung masuk ke program-program yang ada di universitas-universitas tersebut, mengingat mereka ahlinya," kata Erick.

Dalam pandangannya, pengelolaan pendidikan jauh lebih baik jika diserahkan kepada lembaga pendidikan yang sudah ada dan diakui pemerintah. Hal itu mengingat para tenaga pendidik lebih memahami bidangnya.

Sementaraitu, BUMN, sebagai perusahaan milik negara, sebaiknya berkontribusi dalam dunia pendidikan melalui program CSR yang tepat sasaran.

Di kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim meminta dukungan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendukung program Kampus Merdeka. Dalam program tersebut, mahasiswa diberi kesempatan untuk magang di perusahaan BUMN dan swasta selama tiga semester.

"Thanks Bro Erick sudah menjadi sumber inspirasi kita. Ini mentor saya. Kalau ada apa-apa, saya curhatnya ke Mas Erick. BUMN dan swasta harus bisa berubah pikiran. Kita mendapat kesempatan desain magang tiga semenster. Jadi, kita bisa bikin modul bersama," kata Nadiem.

Menurutnya, program Kampus Merdeka melalui magang bukan semata soal penyerapan dana CSR. Akan tetapi, hal itu mestinya lebih dilihat sebagai bentuk investasi talenta yang berkesinambungan. (Van/E-2)

BERITA TERKAIT