13 February 2020, 07:10 WIB

Negara yang Terpapar tidak Bertambah


Indriyani Astuti | Humaniora

SEPEKAN belakangan, berdasarkan data WHO, tidak terkonfirmasi lagi negara baru yang terpapar wabah virus korona. Berdasarkan data global tersebut, semakin banyak negara yang mampu mengantisipasi dengan baik meruyaknya virus mematikan itu.

"Dari WHO ada data tujuh hari berturut-turut tidak ada negara infected yang bertambah. Ini menggembirakan," kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Vensya Sitohang, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Awalnya, virus korona mewabah di Wuhan, Tiongkok, lalu menyebar ke beberapa negara sejak kasus pertama terdeteksi di 'Negeri Tirai Bambu' pertengahan Desember 2019.

Ada 25 negara lebih yang terpapar korona seperti dilaporkan laman CNN.com kemarin, yaitu Australia (15 kasus), Belgia (1), Kamboja (1), Kanada (7), Finlandia (1), Prancis (11), Jerman (16), Hong Kong (49, 1 kematian), India (3), Italia (3), Jepang (203 termasuk 175 dikarantina di kapal pesiar), Makau (10), Malaysia (18), Nepal (1), Filipina (3, 1 kematian), Rusia (2), Singapura (47), Korea Selatan (28), Spanyol (2), Sri Lanka (1), Swedia (1), Taiwan (18), Thailand (33), Uni Emirat Arab (8), Inggris (8), AS (13), dan Vietnam (15).

Di Indonesia, meski ada sejumlah laporan terduga kasus virus korona, hasilnya negatif. Balitbangkes Kemenkes menguji 70 spesimen. Sebanyak 68 terkonfirmasi negatif dan 2 lainnya masih dalam pengujian.

"Laboratorium Balitbangkes menguji spesimen menggunakan mesin virus reaksi berantai polimerase (polymerase chain reaction)," terang Vensya.

Presiden Joko Widodo mengaku menerima telepon dari Presiden Tiongkok Xi Jinping, Selasa (11/2) malam. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan dukacita kepada para korban virus korona.

"Apabila diperlukan bantuan, saya sampaikan Indonesia siap," tutur Jokowi.

Menurut pengamat hubung-an internasional, Aleksius Jemadu, Xi Jinping ingin meyakinkan Jokowi bahwa Tiongkok mampu mengatasi wabah virus korona. "Kepentingan Tiongkok ialah meyakinkan dunia, kenapa? Tiongkok ini sedang bangkit menjadi negara superpower berikutnya."

Hingga kemarin, lebih dari 42.200 kasus dikonfirmasi di seluruh Tiongkok. Jumlah kematian total mencapai 1.016. Meski demikian, jumlah infeksi baru secara nasional turun sekitar 20% dari hari sebelumnya, yakni dari 3.062 menjadi 2.478. (Ind/Pra/Nur/BBC/X-3)

BERITA TERKAIT