13 February 2020, 06:50 WIB

Rutan Kabanjahe kembali Kondusif


Puji Santoso | Nusantara

SITUASI di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sudah kembali kondusif setelah terjadi kericuhan kemarin siang.

Dalam kericuhan itu sejumlah ruangan dirusak dan dibakar warga binaan. Akibatnya, 314 dari 410 warga binaan penghuni rutan itu terpaksa diungsikan ke Kantor Polres Tanah Karo.

"Situasi saat ini sudah terkendali. Tindakan yang telah dilakukan dengan pengamanan lingkungan rutan oleh personel Polri di-backup TNI," ujar Kabid Humas Polda Sumatra Utara Kombes Tatan Dirja.

"Tak ada korban jiwa dan luka. Napi juga tidak ada yang kabur," imbuhnya.

Kapolda Sumatra Utara Irjen Martuani Sormin mengatakan kericuhan dipicu kondisi rutan yang sudah kelebihan penghuni. Petugas gabungan bergerak cepat untuk mengendalikan kerusuh-an agar tidak meluas.

"Ya, ada rusuh karena rutan kelebihan penghuni sehingga warga binaan marah," ujar Martuani, kemarin.

Rutan Kabanjahe yang berkapasitas 145 orang diisi 410 napi, terdiri atas 380 laki-laki dan 30 perempuan.

Sumber: NRC

 

Namun, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengungkapkan kericuhan itu dipicu provokasi empat warga binaan yang sehari sebelumnya dikembalikan ke rutan setelah menjalani pemeriksaan dan ditahan di Polres Tanah Karo. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka setelah ditemukan 30 gram sabu saat penggeledahan di sel tahanan, Rabu (8/1).

Keempat napi itu, kata Rika, memprovokasi napi lain untuk menentang penggeledahan.

"Mereka berteriak-teriak dari dalam blok kamar hunian. Mereka menolak kegiatan penggeledahan untuk mencegah narkoba beredar di dalam rutan," jelasnya.

Petugas Rutan Kabanjahe yang berada di lokasi mencoba menenangkan. Namun, para warga binaan itu justru menyerang petugas. Kericuh-an pun tak terelakkan. Para napi dan tahanan penghuni rutan kemudian bergerak ke depan arah gedung perkantoran dan membakar fasilitas tersebut.

"Terpantau ruangan yang terbakar ialah ruang pelayanan tahanan dan ruang staf pengamanan," ujar  Rika. (PS/YP/Dhk/X-10)

BERITA TERKAIT