13 February 2020, 04:40 WIB

Tones And I Kampanye Antiperundungan


Ihfa Firdausya | Hiburan

PENYANYI Tones and I, 19, berencana menggelar tur khusus di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Melbourne, Australia, untuk mendukung kampanye antiperundungan. Penyanyi lagu Dance Monkey tersebut membocorkan konsep tur antiperundungan dalam sebuah wawancara dengan radio Nova 919's Ben & Liam seperti dilansir dari NME, Senin (10/2).

Tones and I yang bernama asli Toni Watson mengatakan rencana tur tersebut akan diumumkan secara resmi minggu depan. "Nantinya akan ada tur seperti biasa pada malam hari, tapi ada penampilan gratis di sejumlah SMA yang terpilih dengan menampilkan musisi lain, seperti Adrian Eagle and Jakubi," jelas perempuan kelahiran 15 Agustus 2000 itu.

Menurutnya, tujuan penampilan di sekolah ialah memberikan yang layak didapat anak-anak. "Semua pertunjukanku selalu dihadiri penonton yang lebih dewasa," ujarnya.

Tones memilih sekolah berdasarkan esai murid-murid kelas 12 SMA yang dikirim kepadanya. Ia menekankan ia membaca sendiri semua esai yang diterima. "Sekolah yang bekerja keras mengatasi perundungan, menolak perundungan, serta mengajari murid agar terbuka pada perundungan menjadi prioritas," Tones menjelaskan dasar seleksinya.

Rencana Tones menggelar tur kampanye antiperundungan bukan tanpa alasan. Pada November 2019, ia mengunggah pengakuan yang mengejutkan di akun Facebook-nya mengenai perundungan siber dan ancaman pembunuhan yang dia alami sejak lagu Dance Monkey meledak.

'Aku terbuka, jujur, perhatian, dan ketika menerima ancaman pembunuhan dan cacian dari orang asing yang bahkan tak pernah kutemui, aku memutuskan untuk melewati dan melupakannya,' tulis Tones. 'Aku menunjukkan aku dapat melaluinya dan menjaga diri sendiri. Meskipun aku tidak tahu kapan (perundungan) akan berakhir, tapi beginilah aku akan menjalani hidupku saat ini,' lanjutnya.

Dalam perbincangan dengan Ben & Liam, ia mengaku merasa lebih baik menghadapi perundungan. "Lima bulan lalu, sedikit saja perundungan membuatku merasa jatuh karena tidak terbiasa. Sekarang, aku merasa berdaya karena aku tahu aku orang baik dan tidak melakukan hal yang salah," tandasnya.

 

Fenomenal

Album Dance Monkey membawa Tones and I melejit ke jejeran musisi ternama di Australia, Eropa, dan Amerika Serikat. Lagu tersebut telah memecahkan rekor satu miliar streaming hanya dalam waktu enam bulan setelah diluncurkan pada 10 Mei 2019. Ini menjadikannya lagu Australia yang tercepat mencatat rekor tersebut. Tercatat, sejak Mei 2019, Dance Monkey telah diputar secara daring di berbagai platform sebanyak 2 miliar kali, 1 miliar di antaranya diputar melalui Spotify. Lagu Dance Monkey juga telah dilihat lebih dari 663 juta kali di Youtube.

Sebelumnya, Tones telah mengunggah lagu-lagunya di Youtube sejak berusia 16 tahun. Ia menulis Dance Monkey berdasarkan pengalamannya mengamen di jalanan di Byron Bay, New South Wales, Australia. Kerap kali ia harus berhadapan dengan pejalan kaki yang berperilaku buruk dengan mengumpat hingga sesama pengamen yang merasa tersaingi.

Keberuntungan menyertai Tones ketika bertemu dengan manajernya saat ini, Jackson Walkden-Brown, yang menghubungkannya dengan label Lemon Tree Music.

Januari lalu, ia mendapatkan penghargaan sebagai best new australian act dalam NME Awards 2020. Tones mengatakan ia berencana melepas single baru pada akhir Februari. "Akan ada sebuah lagu baru dalam dua minggu ini," ujarnya. (H-3)

BERITA TERKAIT