12 February 2020, 22:06 WIB

Desain Baru Revitalisasi Monas Diklaim Jadi Dekat dengan Rakyat


Cindy | Megapolitan

REVITALISASI Monumen Nasional (Monas) diklaim telah berbeda dengan sebelumnya. Kini, Monas dirancang untuk mendekatkan cagar budaya Jakarta dengan masyarakat.

Baca juga: Izin Keluar Revitalisasi Monas Lanjut

"Sekarang adalah orang diajak lebih dekat kepada monumen bukan seperti dulu monumen harus jauh diberi jarak sehingga orang merasa kecil dalam skalanya," kata arsitek pemenang sayembara, Deddy Wahjudi di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (12/2).

Baca juga: Soal Revitalisasi Monas, Ketua DPRD Sebut Kebijakan Anies Rancu

Menurut Deddy, desainnya dirancang agar masyarakat bisa masuk lebih dekat ke Monas tanpa harus melewati sistem tertentu. Sementara ruang agung akan tetap memerlukan izin untuk masuk.

Adapun tata ruangnya, dipastikan ada perubahan.

1. Sisi selatan Monas akan dibangun pelataran upacara.

2. Di pusat Lenggang Jakarta atau parkir IRTI yang berada di sisi selatan dipindahkan ke sisi timur dekat Stasiun Gambir.

"Pemprov DKI bisa kolaborasi dengan PT KAI, nanti stasiun Gambir jadi bagian Plaza Timur. Supaya lebih mudah dari Stasiun Gambir ke Monas dari sisi timur. Nah, di kanan kita tempatkan Lenggang Jakarta yang dipindah dari selatan," kata Deddy. Selanjutnya, di pusat Lenggang Jakarta diubah menjadi ruang terbuka hijau.

3. Sisi barat Monas akan dibangun stasiun MRT.
 
4. Sisi utara menuju Istana Kepresidenan akan distrerilkan.

5. Rusa-rusa akan ditempatkan bersama dengan Plaza Aspirasi. Plaza Aspirasi untuk masyarakat yang ingin mengungkapkan pendapatnya ke arah Istana.

"Jadi rusa-rusa itu kita usul pindah ke utara sehingga aktivitas publik lebih direduksi di sini dan jadi buffer kepada kegiatan yang lebih privat ke istana," tegas Deddy. (X-15)
 

BERITA TERKAIT