12 February 2020, 23:45 WIB

Upaya Sarri Perbaiki Rekor Tandang


(AFP/Faj/R-1) | Sepak Bola

LAGA klasik sarat gengsi akan tersaji pada leg pertama Coppa Italia yang mempertemukan AC Milan dengan Juventus di Stadion San Siro, dini hari nanti. Selain untuk memperbesar peluang lolos ke final, kedua tim butuh kemenangan untuk mengembalikan rasa percaya diri setelah kalah di penampilan terakhir.

Dalam lanjutan Seri A pekan lalu, Milan menyerah 2-4 dari Inter Milan, sedangkan Juventus kalah 1-2 dari Verona.

Berbicara rekor pertemuan, Juventus superior atas Milan. Dari enam pertemuan terakhir, 'si Nyonya Tua', julukan Juventus, selalu menang atas Milan. Terakhir kali, Rossoneri, julukan AC Milan, meraih kemenangan atas Juventus pada musim 2016/2017.

Namun, statistik tersebut justru menjadi beban bagi pelatih Juventus, Maurizio Sarri. Dalam dua laga tandang terakhir, Juventus gagal membawa pulang poin. Sebelum ditundukkan Verona, Cristiano Ronaldo dan kolega menyerah di kandang Napoli.

Sarri menyadari penampilan anak asuhnya berbeda ketika bermain tandang. Melawan Milan di San Siro, diakui Sarri merupakan ujian berat bagi tim asuhannya.

"Saya harap seseorang membantu saya. Sekarang kami punya perbedaan performa ketika bermain di kandang dan tandang," kata Sarri.

Laga dua tim elite Italia tersebut juga akan menjadi ajang pertarungan dua bintang sepak bola dunia. Striker Milan Zlatan Ibrahimovic akan adu kehebatan dengan Ronaldo, yang menjadi andalan lini depan Juventus.

Ronaldo saat ini sedang dalam performa terbaiknya. Kapten timnas Portugal tersebut menjadi pemain Juventus pertama yang mampu mencetak gol dalam 10 laga beruntun di Seri A.

Peraih lima trofi Ballon d'Or musim ini telah mencetak 23 gol bagi Juventus di semua kompetisi. Kesuburan eks pemain Real Madrid itu akan menjadi senjata utama Sarri untuk memperbaiki rekor tandang Juventus.

Di sisi lain, di usia yang sudah tidak lagi muda, Zlatan ingin membuktikan dirinya masih bisa bersaing di level tertinggi sepak bola Italia. Kedatangan pemain depan Swedia itu diharapkan bisa menambah ketajaman lini depan Milan.

"Saya menunjukkan jika saya masih bisa membuat perubahan, meski di umur 38 tahun," kata Ibrahimovic yang telah mencetak tiga gol sejak kembali bergabung dengan Milan, bulan lalu. (AFP/Faj/R-1)

BERITA TERKAIT