12 February 2020, 21:12 WIB

Aset Kota Depok Dikomersilkan Oknum ASN Jadi TPS


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

TEMPAT pembuangan sampah sementara (TPS) Pasar Tugu, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, dibisniskan pengelola pasar setempat. Uang dari pengelolaan lahan milik Pemkot Depok tersebut masuk ke kantong pribadi.

Bisnis liar ini terkuak setelah Media Indonesia memergoki dan menfoto belasan pengendara motor tegah membuang sampahnya ke TPS di sana. Setelah membuang sampah, mereka memasukkan pecahan uang Rp5 ribu atau Rp10 ribu ke dalam kotak yang ada pada areal TPS.

Terkait hal ini, Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Pasar Tugu Ikhwan diduga menikmati pungutan liar tersebut. Saat dipergoki, Ikwan justru terlihat sedang duduk-duduk dan mengobrol dengan beberapa tukang ojek pangkalan di TPS.

Ikhwan saat dikonfirmasi ucapanya tidak jelas dan muka pucat. Oang terdekatnya yang merupakan kaki tangan Ikhwan bernama Ujang mengaku pihaknya menarik sejumlah uang dari pembuang sampah untuk konvensasi.

"Ya, kami tarik dari pembuang sampah yang selanjutnya dibagi-bagi. Sebagian dari retribusi liar kami belikan rokok dan makanan, sebagian lainnya untuk transport sopir dan kernet mobil angkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan ( DLHK) Kota Depok," tutur ujang

Kasus ini mencuat saat tinggi timbunan sampah di TPS Pasar Tugu mencapai 7- 8 meter. Bahkan timbunan sampah menutup aliran Kali Baru, Jalan Raya Bogor yang ada di sebelah pasar.

Dari konfirmasi yang diperoleh, lahan TPS Pasar Tugu milik Direktorat Bina Marga dan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perahan Rakyat ( PU-Pera).

Kemen PU- Pera mengosongkan lahannya 2000 meter persegi untuk tangkapan air agar daerah tersebut tak kebanjiran jika hujan mengguyur.

Namun, tanpa seizin Kementerian, UPTD Pasar Tugu menyulap lahan 2000 meter persegi itu menjadi TPS. Yang sebagian lainnya dari lahan disulap untuk pembangunan kios dan los pedagang.

Dengan berubah fungsinya lahan, daerah ini menjadi langganan banjir karena tak adanya drainase. Kepala UPTD Pasar Tugu Ikhwan mengakui 2000 meter persegi milik PU-Pera telah terisi kios dan los pedagang.

"Kita manfaatkan untuk pedagang daripada kosong. Yang membangun bukan kita melainkan swadaya. Kita hanya menarik retribusi untuk kas daerah, "dalihnya. (OL-13)

BERITA TERKAIT