12 February 2020, 20:42 WIB

Baru Hardiono yang Muncul di Pilkada Kota Depok


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

KOMISI Pemilihan Umum Kota Depok memulai pendaftaran pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok pada 16-18 Juni 2020. Kurang dari empat bulan pendaftaran, baru Hardiono yang menyatakan kesiapannya.

Sebelumnya, figur Walikota Depok Idris Abdul Shomad dan Wakilnya Pradi Supriatna digadang-gadang masuk dalam bursa Pilkada. Dua nama tersebut digadang-gadang ikut berlaga pada 23 September tahun ini. Namun, keduanya hingga kini enggan menyampaikan pencalonan mereka sebagai kepala daerah. Padahal, publik Kota Depok menantikan penegasan langsung dari keduanya.

Hardiono saat ini menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok. Dia memang tidak diunggulkan bahkan tak pernah namanya disebut-sebut justru membalikkan fakta. Nama Hardiono melambung di publik Kota Depok.

Menaiknya popularitas Hardiono karena Hardiono berani mengutarakan pencalonan dirinya menjadi calon Walikota periode 2020-2025.

Kepada Media Indonesia, Hardiono mendeklarasikan sebagai calon kepala daerah dan siap berlaga dengan siapapun pada 23 September mendatang.

Dia menyatakan siap mengundurkan diri dari aparatur sipil negara (ASN), termasuk melepaskan jabatannya.

"Saya akan lepaskan jabatan sekretaris daerah. Semoga Tuhan melancarkan rencana saya untuk kemajuan Depok yang lebih baik, " tutur Hardiono, Rabu (12/2).

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok Nana Soebarna mengatakan, setelah seluruh tahapan dilewati, KPU Kota Depok akan menetapkan pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota yang akan berlaga pada 8 Juli 2020.

Adapun proses pemungutan suara dan penghitungan suara digelar pada 23 September 2020. (OL-13)

BERITA TERKAIT