12 February 2020, 19:53 WIB

PB PABSI Cari Pendamping Eko Yuli di Olimpiade Tokyo


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

PENGURUS Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), terus menyiapkan pelifter yang akan mendampingi Eko Yuli Irawan di Olimpiade Tokyo 2020.

Kejuaraan Angkat Besi Asia 2020 di Taskhkent, Uzbekistan, menjadi salah satu ajang untuk mengumpulkan poin Olimpiade. Menurut pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja, kesempatan besar pendamping Eko di Olimpiade ada di pundak pelifter putri di nomor 49 kg, Windy Cantika Aisah.

Meski masih junior, Windy mampu memastikan raihan medali emas SEA Games 2019 setelah sukses mengangkat beban 86 kg pada angkatan ketiga snatch. Windy juga berhasil memecahkan rekor dunia youth angkatan snatch yang tercatat atas namanya sendiri.

Dirdja menargetkan Windy untuk bisa meraih kembali total angkatan terbaiknya yang ia raih di SEA Games 2019 yaitu 190 kg.

“Karena di SEA Games itu kategori silver yang artinya total angkatan 190 kg nilainya 840 poin. Di sini (Uzbekistan) kategorinya gold, nilainya sama, berarti dapat 880 poin,” tutur Dirdja kepada Media Indonesia, Rabu (12/2).

Saat ini, Windy berada di peringkat ketujuh klasemen road to Olympic 2020 di nomor 49 kg. Jika mampu mempertahankan catatan terbaiknya, kesempatan Windy untuk mendampingi Eko Yuli di Olimpiade cukup terbuka.

Namun, Dirdja menjelaskan bahwa jalan Windy untuk lolos masih sangat terjal. Untuk bisa mengamankan posisi keempat klaseme saja, Windy harus bisa menyamai capaian lifter asal India, Mirabai Chanu Saikhom yang punya total angkatan terbaik 194 kg.

 

Baca juga: Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Tumbangkan Tim Tuan Rumah

 

Kesempatan Windy untuk menambah poin dan menjaga posisi agar tak tergeser pelifter lain ialah dengan mengikuti turnamen regional angkat besi di AS pada periode Maret-April.

“Kita lihat dulu perkembangan sampai tiga bulan ke depan. Kita fokus ke turnamen di Maret hingga bulan April, kalau soal medali kita nanti dulu,” ujar Dirdja.

Jika Windy bisa menjaga konsistensi angkatannya, bukan tak mungkin, Windy bisa menjadi Olimpian seperti seniornya Eko di usianya yang masih 17 tahun.

Di sisi lain, PB PABSI juga mengirimkan tujuh lifter lainnya ke Uzbekistan. Pelifter Juliana Klarisa (55 kg), Putri Aulia Andriani (59 kg),Tsabitha Alfiah Ramadani (64 kg, Muhammad Faahtir (61 kg), Rizky Juniansyah (67 kg), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) Mohammad Yasin (67 kg) disiapkan untuk memberikan medali untuk Indonesia. (ykb)

 

BERITA TERKAIT