12 February 2020, 18:20 WIB

2.776 Posyandu di Surabaya Gelar Timbang Serentak 


Retno Hemawati | Nusantara

SEBANYAK 2.776 Posyandu di Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/1), menggelar kegiatan timbang serentak untuk deteksi dini pencegahan stunting untuk balita dan dalam rangka memperingati Bulan Timbang Anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pemantauan status gizi dari seluruh balita melalui Posyandu. Selain itu, dinkes dapat melakukan deteksi dini pencegahan stunting untuk balita yang membutuhkan gizi tambahan agar dapat diintervensi oleh Pemkot Surabaya. "Itu yang akan kita intervensi. Supaya tidak ada gizi buruk dan mencegah stunting yang terjadi pada balita atau statusnya berada di bawah garis merah," kata Febria Rachmanita.

Menurut dia, upaya ini dilakukan sesuai pedoman Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Nnomor 43 Tahun 2016 tentang Standart Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2017 tentang Upaya Kesehatan dan Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (GERNAS PPG) dalam Kerangka 1.000 HPK.

Ia menjelaskan, selama kegiatan berlangsung, balita akan ditimbang dan diberikan vitamin A. Sementara itu, bagi orang tuanya dapat mengikuti demo tentang kesehatan ibu dan anak, misalnya dimulai dari hal yang paling sederhana, yakni pentingnya mencuci tangan. "Karena kan tadi dianggap cuci tangan itu adalah hal yang sepele. Padahal di situlah awal timbulnya penyakit," ujar Feny sapaan akrab Febria Rachmanita.

Setelah dilakukan timbang dan tinggi badan, lanjut Feny, anak akan diberikan pemberian makanan tambahan (PMT). PMT tersebut khusus diberikan bagi mereka yang membutuhkan gizi tambahan. Semua itu disesuaikan dengan status gizi dari masing-masing balita. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT