12 February 2020, 17:57 WIB

Erick Thohir Setuju 30% CSR BUMN Dialokasikan untuk Pendidikan


Faustinus Nua | Ekonomi

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir serius mendukung program-program Kementerian Pendidikan. Hal itu akan diwujudkannya dengan mengalokasikan 30% dana corporate social responsibility (CSR) BUMN untuk sektor pendidikan.

"Selama ini kan CSR ada beberapa ketagori. Kalau saya lihat boleh dong diubah. Kalau bisa CSR BUMN lebih ke pendidikan sampai 30%. Saya rasa itu suatu (hal) yang baiklah," ungkapnya seusai mengikuti acara Program Penguatan Magang Mahasiswa Bersetifikat (PPMMB) BUMN, di Jakarta (12/2).

Erick mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung program Menteri Pendidikan Nediem Makarim yakni 'Merdeka Belajar'. Menurutnya, program tersebut sangat tepat bagi generasi milenial saat ini untuk mengembangkan kemampuan mereka. Program tersebut juga mendukung para generasi milenial seluruhnya baik yang di lembaga pendidikan formal maupun nonformal.

"Jumlah penduduk muda kita sangat besar dan rata-rata SMP. Kenapa kita tidak kontribusi di situ? Kita enggak mau seperti yang sudah-sudah bahwa BUMN tidak membangun eksositem yang sehat, misalnya punya universitas," lanjut Erick.

Baca juga: Fokuskan Fungsi BUMN Sebagai Lead Integrator

Di samping itu, BUMN perlu fokus ke sektor bisnisnya, sehingga universitas-universitas milik perusahaan pelat merah mestinya dikelola oleh pihak yang ahli di bidangnya.

Erick juga menambahkan bahwa saat ini daya serap tenaga kerja di perusahaan BUMN memang belum maksimal. Selain itu tidak adanya kemampuan mahasiswa yang sesuai kebutuhan perusahaan juga menjadi kendala.

Untuk itu, dia meminta antara perusahaan BUMN dan universitas perlu membangun sinergi. Dengan demikian, ada link and match yang bisa mendorong penyerapan tenaga kerja lebih maksimal ke depannya.

"Daya serapnya enggak maksimal, kita jangan membohongi diri sendiri. Yang kita lakukan juga bagian dari pembukaan lapangan kerja. Itu yang mau kita push," pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT