12 February 2020, 15:05 WIB

Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

GUBERNUR Riau Syamsuar secara resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga sembilan bulan ke depan terhitung mulai 11 Februari hingga 31 Oktober 2020.

Penetapan status siaga darurat ini menyusul setelah tiga kabupaten dan kota yaitu Bengkalis, Siak, dan Dumai telah menetapkan status serupa untuk langkah cepat penanganan karhutla.

"Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Riau ditetapkan," kata Syamsuar disaksikan sekretaris Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Harmensyah, dan sejumlah pimpinan daerah lainnya gedung daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (12/2)

Syamsuar menjelaskan, karhutla di Riau telah terpantau sejak awal 2020. Sedikitnya seluas 271 ribu hektare lahan ludes terbakar, dengan jumlah titik panas di atas 70 persen mencapai 59 titik. Akibatnya sebanyak tiga daerah melaksanakan penetapan status siaga darurat karhutla. Penetapan status siaga dari tiga daerah itu memenuhi syarat Riau untuk menetapkan status siaga darurat karhutla untuk tingkat provinsi.

"Perkiraan musim kemarau akan terjadi pada akhir Januari hingga Maret. Periode kedua berlangsung mulai Juni hingga September. Dengan penetapan status siaga darurat karhutla, pemerintah pusat dapat mengirimkan pesawat pemadam kebakaran dan helikopter untuk water bombing," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, upaya penanganan karhutla juga dapat dilakukan dengan pembuatan hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC). Kemudian penggunaan helikopter untuk water bombing serta pengiriman bantuan personel TNI dan Polri.

Gubernur Riau juga menyampaikan rencana Panglima TNI dan Kapolri yang melakukan kunjungan khusus ke Riau dalam rangka penanganan karhutla. Kunjungan akan dilakukan pada Rabu (12/2) sore untuk mendengarkan pemaparan persoalan karhutla Riau.(OL-13)

 

BERITA TERKAIT