12 February 2020, 14:51 WIB

Satu Napi Teroris di LP Surabaya, Bebas


Heri Susetyo | Politik dan Hukum

SEORANG narapidana kasus terorisme (napiter) Riyanto,47, alias Jono bin Ranamadi dinyatakan telah selesai menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Surabaya di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, Rabu (12/2).

Pria Cilacap kelahiran 1 September 1977 itu bebas karena masa pidananya selama 5 tahun 6 bulan sudah habis.

Selama menjalani masa tahanan, perilaku Riyanto dinilai petugas cukup baik. Selain tidak pernah melakukan pelanggaran tata tertib, dia juga disiplin mengikuti arahan para pendampingnya.

"Selama menjalani pembinaan bertahun-tahun di dalam lapas tidak pernah membuat masalah," kata Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Surabaya Hero Sulistyono.

Menurut Hero, Riyanto juga akan dikawal menuju kediamannya di Desa Telogo Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Riyanto diserahkan ke pihak keluarga dan petugas keamanan di wilayah tempat tinggal mantan napiter itu.

Untuk diketahui Riyanto ditangkap tim Densus 88 karena keterlibatannya dalam tindak pidana teroris. Dia ditangkap di rumahnya pada 11 Agustus 2014 silam.

Riyanto merupakan jaringan teroris kelompok Mujahidin barat (MIB) pimpinan Abu Roban. Dia juga memiliki keterkaitan dengan jaringan kelompok Santoso.

Dia merupakan DPO karena keterlibatannya dalam sejumlah kasus teroris. Riyanto juga diduga terlibat dua perampokan untuk fa'i di kantor Pos Parung, Jawa Barat dengan kerugian Rp80 juta pada 2012 dan perampokan di BRI Jeketro Grobogan, Jateng sebesar Rp300 juta.

Pasca bebasnya Riyanto, saat ini masih ada lima napiter yang masih mendekam di Lapas Porong. (OL-2)

BERITA TERKAIT