12 February 2020, 14:29 WIB

Kemendag Imbau Gunakan Tol Laut untuk Distribusi


Faustinus Nua | Ekonomi

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto mengimbau pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), operator, pelaku usaha, dan seluruh pengguna tol laut agar terus meningkatkan peran dalam memaksimalkan pemanfaatan tol laut melalui gerai maritim pada 2020.

"Pemanfaatan optimal tol laut/gerai maritim diharapkan dapat menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) dan memangkas biaya distribusi sehingga menurunkan disparitas harga di daerah terpencil, terluar, dan perbatasan; sekaligus tentu digunakan untuk mendorong ekspor," kata Suhanto melalui keterangan resmi, Rabu (12/2).

Dia mengatakan berdasarkan laporan evaluasi dari daerah, pelaksanaan tol laut dihadapkan pada beberapa tantangan. Antara lain rute kapal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan, terbatasnya peralatan bongkar muat dan tenaga kerja di pelabuhan, serta masih terjadi ketidaksesuaian jenis barang yang diangkut dengan ketentuan yang berlaku.

Namun, Suhanto optimistis bahwa optimalisasi pemanfaatan tol laut dapat menurunkan disparitas harga. Pada 2019 rata-rata harga bapokting di beberapa daerah turun harganya jika dibandingkan dengan harga barang yang diangkut melalui kapal swasta.

Penurunan paling tinggi dicapai untuk komoditas telur ayam 37,78% dan ayam beku 33,33% di Kabupaten Fakfak; tepung terigu 31,67% di Kabupaten Kepulauan Tanimbar; minyak goreng 23,08% di Kabupaten Sabu Raijua; gula 20,00% di Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Asmat, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Wakatobi; Semen 19,44% di Kabupaten Mamberamo Raya dan Beras 16,67% di Kabupaten Alor.

"Pemangku kepentingan tol laut/gerai maritim diharapkan terus bekerja sama membenahi dan menjalankan aktivitas perdagangan di tol laut agar tujuan program tol laut dapat tercapai," tegas Suhanto.

Kemendag juga mendorong pembuatan Sistem Informasi Gerai Maritim (SIGM). SIGM merupakan sistem yang digunakan untuk memberikan akses informasi bagi para pemangku kepentingan, serta untuk melaporkan hasil pendataan, pemantauan, dan evaluasi jenis, jumlah, dan harga barang sehingga mempermudah akses informasi dan pelaporan kepada pimpinan dan masyarakat.

Selain itu, Kemendag juga mendukung pemanfaatan logistic communication system (LCS) yang akan digunakan pada program tol laut 2020 untuk tercapainya transparansi biaya dan harga di konsumen atau pengguna tol laut. (E-3)

BERITA TERKAIT