12 February 2020, 07:25 WIB

Investor Buru Properti di Bali


Heryadi | Ekonomi

Bali memiliki potensi yang jarang ditemukan di kawasan lain. Keindahan alamnya membuat banyak wisatawan lokal yang datang ke Pulau Dewata ini ternyata bukan hanya untuk liburan melainkan juga untuk mencari produk properti yang menjanjikan.

Pada akhir tahun lalu, tepatnya pada musim libur panjang Natal dan Tahun Baru, misalnya, adalah masa yang memberikan kontribusi penjualan properti yang sangat tinggi. Hal itu dimanfaatkan para pengembang untuk menawarkan produk properti mereka.

Andreas Raditya, selaku General Manager Marketing Ciputra Group menuturkan pihaknya juga memanfaatkan momentum liburan Natal dan Tahun Baru untuk memasarkan produk. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, strategi pemasaran jelang liburan akhir tahun ini sangat efektif," ujarnya.

Raditya menuturkan pihaknya menawarkan produk Ciputra Beach Resort di kawasan potensial yang didatangi wisatawan lokal. "Terbukti mereka berlibur dan juga mendatangi proyek Ciputra Beach Resort untuk melihat ke lokasi langsung dan mereka tertarik dan membeli,” jelas Raditya.

Dia menuturkan strategi pemasaran akhir tahun tersebut menghasilkan penjualan sebesar 30% dari total penjualan secara keseluruhan pada dua pekan terakhir 2019.

Menurut Raditya, konsumen yang datang berasal dari berbagai kota besar di Indonesia yang didominasi dari Surabaya dan sekitarnya, diikuti Jabodetabek, lalu Bandung, Medan, dan Makasar. Banyaknya peminat properti di Bali menjadikan hasil total penjualan melampaui target yang telah ditentukan untuk tahun lalu, padahal harga yang ditawarkan di atas Rp1,5 miliar.

Raditya juga menuturkan, berbeda dengan di Jakarta, hasil penjualan ini menunjukkan bahwa kondisi di Bali tidak banyak terganggu oleh kondisi politik, terutama karena adanya pemilu. Banyak yang beranggapan masa tersebut adalah masa wait and see bagi para investor. Namun sebenarnya saat itu merupakan saatnya untuk berburu produk yang benar-benar cocok seperti yang sedang dikembangkan di Ciputra Beach Resort.

Terkait strategi penjualan yang ditawarkan Ciputra Beach Resort pada 2020 ini, Raditya menjelaskan bahwa proyek yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali ini masih akan tetap fokus pada dua klaster sebelumnya yaitu Sadana dan Nivata.

Kedua proyek ini memiliki karakter yang berbeda dengan tipe yang berbeda juga. Nivata lebih di dominasi oleh penjualan tanah kavling dengan harga awal Rp2,6 miliar, sedangkan Sadana sebagian besar berbentuk hunian bergaya resor dengan harga Rp1,7 miliar. (E-3)

BERITA TERKAIT