11 February 2020, 22:25 WIB

Kakorlantas Puji Sikap Bripka Rudy


tri subarkah | Megapolitan

KEPALA Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Istiono mengapresiasi sikap Bripka Rusdy Rustam, anggota Patroli Jalan Raya (PJR) yang dicekik oleh pengendara mobil bernama Tohap Silaban saat dilakukan penilangan. Menurut Istiono, Bripka Rusdy sudah bertindak sesuai format polisi sipil.

"(Bripka Rudy) ini polisi sangat sangat bagus sekali, sesuai format polisi sipil yang mengedapnkan tindakan komunikasi kepada masyarakat. Dia sabar berkomunikasi, polisi yang mengedepankan tindakan preemtif preventif. Coba. Luar biasa itu, ngga banyak itu," kata Istianto di Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdiklantas) Serpong, Tangerang Selatan pada Selasa (11/2).

Pada kesempatan itu, Istianto mengatakan anggota kepolisian, khususnya Korlantas, setiap hari menghadapi masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan maupun emosi yang berbeda. Oleh sebab itu, ia mendorong jajarannya agar memiliki tingkat kesabaran yang lebih dibanding masyarakat. Namun, lanjutnya, apabila masyarakat melakukan perlawanan saat ditindak, maka harus diproses secara hukum.

"Kalau memang keterlaluan melanggar aturan, ya harus kita proses. Nggak bisa serta merta sama polisi terus ugal-ugalan. Polisi dilindungi hukum semua. Kita melaksanakan aturan ya melaksanakan aturan hukum. Kita nggak mungkin polisi melaksanakan aturan nggak berdasarkan aturan hukum," ujar Istiono.

Ditanya soal oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat, Istiono tegas menjawab, "Ya sama, proses. Periksa hari ini sama Provost. Nggak ada kompromi."

Sebelumnya pada Jumat (7/2) lalu, Togap si pengendara Toyota Agya B 2340 SIH tidak terima saat akan dilakukan tilang oleh Bripka Rudy. Tohan saat itu menepikan mobilnya di bahu jalan, tepatnya 300 meter setelah Gardu Tol Angke 2. Saat itu, Toha sedang menunggu jam berkahirnya pemberlakuan sistem ganjil-genap.

Saat akan diberikan surat tilang, Tohap sempat tidak terima dan melakukan perlawanan terhadap Bripka Eka. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Tohap terekam mencekik Bripka Eka.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Tengku Arsya Khadafi langsung menangkap Tohap dikediamannya di daerah Tebet pada Sabtu (8/2). Menurut Arsya, Tohap dijerat dengan Pasal 212 KUHP dan Pasal 335 KUHP dengan ancaman pidana penjara 1 tahun. Selain itu, Tohap juga dikenakan Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman penjara 10 tahun karena kedapatan memiliki senjata tajam. (Tri)

BERITA TERKAIT