11 February 2020, 20:35 WIB

Ralali.com Gandeng IPB University Berdayakan Petani


mediaindonesia.com | Ekonomi

DALAM memasarkan produk, para petani di Indonesia masih mengandalkan pasar konvensional dan bergantung kepada tengkulak. Akibatnya, mereka tidak dapat menjual hasil pertanian dengan harga optimal.

Chief Executive Officer Ralali.com Joseph Aditya mengatakan, sampai saat ini kehadiran rentenir juga belum dapat dilepaskan dari rantai distribusi produk pertanian.

Lahan yang relatif kecil, kadang tanpa sertifikat, membuat petani kesulitan memperoleh akses ke sumber pembiayaan formal untuk mengembangkan usaha.

"Ini membuat petani lebih memilih meminjam uang dari rentenir karena prosedurnya praktis dan proses pencairan dana cepat. Kemudian petani juga tidak perlu meninggalkan pekerjaan lantaran rentenir menggunakan sistem jemput bola dengan cara mendatangi petani langsung," ujar Joseph.

Baca juga : Peluncuran Big Agent dan Fintech Terbaru

Persoalannya, petani yang mendapatkan pendanaan dari rentenir tidak dibekali konsep akuntansi dan manajemen sederhana. Ujungnya, arus kas masuk dan keluar sering kali tidak seimbang.

Karena itu, Ralali.com menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) Universitydalam memberdayakan petani di Jawa Barat agar mereka tidak tergantung lagi kepada rentenir. Kolaborasi ini mulai diluncurkan di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (9/2).

Melalui sinergi tersebut, Ralali.com menyediakan platform yang menghubungkan petani, UMKM, dan masyarakat dengan pembeli. IPB University memiliki peran memberdayakan petani, UMKM, dan masyarakat di Jawa Barat.

Kolaborasi antara Ralali.com dan IPB akan meningkatkan kapasitas petani di Jawa Barat dalam memperluas area pemasaran produk pertanian, mendapatkan kebutuhan produksi, seperti benih, pupuk, herbisida, dan pestisida, serta memperoleh akses pendanaan sehingga mereka meraih penghasilan maksimal dan mengembangkan wirausaha di bidang pertanian.

Guna merangkul petani, UMKM, dan masyarakat, Ralali.com menganut konsep O2O (offline-to-online) dengan cara memperkenalkan platform secara langsung kepada mereka. Pencarian produk dan pemberian akses pendanaan tetap dilakukan secara daring.

Akses pendanaan diberikan melalui fitur financial technology (fintech) dalam ekosistem digital yang dimilikinya. Fintech Ralali.com menawarkan jasa kredit bernama Ralali Credit yang memberikan kemudahan bagi petani dan UMKM dalam mendapatkan akses permodalan usaha.

Baca juga : UMKM Didorong Perluas Pasar Lewat Jalur Online

Ralali Credit membuat petani dan pelaku UMKM tidak perlu pergi ke kantor saat mengajukan kredit sehingga pekerjaan mereka tidak terganggu. Mereka juga bisa mendapatkan manfaat berupa kepraktisan prosedur dan cepatnya pencairan dana usaha.

Ralali Credit menyediakan fasilitas pembiayaan mulai dari Rp2,5 juta dengan bunga mulai dari 1,5%. Petani dan pelaku UMKM juga tidak dikenai biaya tambahan serta pencairan dana hanya memerlukan waktu 15 menit.

Nasabah yang mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Ralali.com akan dibekali konsep akuntansi dan manajemen sederhana agar mereka dapat menjaga keseimbangan arus kas masuk dan keluar.

Garut menjadi pilot project kolaborasi itu yang diharapkan berlangsung pula di 15 desa dan 6 kabupaten lain, seperti Bogor, Sukabumi, Cianjur, Subang, dan Bandung.

Ralali.com memiliki kepedulian khusus terhadap UMKM karena usaha ini memiliki potensi dan pertumbuhan yang luar biasa. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada 2017 menunjukkan bahwa UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (62.9 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT