11 February 2020, 21:31 WIB

Pengamat Adi Prayitno: Bagi Rakyat Kericuhan Partai Menyeramkan


Ahmad Punto | Politik dan Hukum

HARI Kedua Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, diwarnai kericuhan dan saling lempar kursi antara pendukung calon ketua umum PAN Zulkifli Hasan dan calon ketua umum PAN Mulfachri Harahap.

Pengamat Politik Adi Prayitno menerangkan bahwa kericuhan yang terjadi saat kongres PAN tidak memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat, menurutnya meski kekisruhan tersebut dianggap wajar oleh aktivis partai di tubuh PAN, tapi bagi rakyat kisruh itu menyeramkan.

Adi mengatakan Partai sebagai institusi yang memproduksi pemimpin seharusnya menampakan wajah santun demokratis kepada masyarakat, tapi ini malah sebaliknya.

“Harus kepala dingin menghadapi dinamika politik yg terjadi. Persaingan memang panas. Persaingan memang bergesekan. Tapi sebisa mungkin harus menghindari kericuhan fisik,” terang Adi, Selasa (11/2) saat dikonfirmasi.

Sebelumnya dua kubu pendukung Calon Ketua Umum DPP PAN Mulfachri Harahap dan Zulkifli Hasan saling lempar kursi dan botol air mineral yang ada di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Keributan itu terjadi saat skorsing atau penghentian sementara sidang kongres tersebut. Sebelum skorsing, Amien Rais dievakuasi untuk keluar ruang sidang tersebut.

Kejadian itu berawal ketika sidang pleno diskorsing ketua sidang dan meminta para peserta kongres untuk ke luar ruangan.

Namun, peserta pendukung Zulkifli Hasan tidak mau keluar ruangan kongres. Hal itu memancing kemarahan pendukung Mulfachri Harahap, sehingga gesekan keduanya terjadi. Akibat kejadian tersebut, ruang kongres berantakan, dan kursi berhamburan. (OL-2)

BERITA TERKAIT