12 February 2020, 04:00 WIB

Berdaya karena Tangan Swasta


Denny Susanto | Nusantara

ADA yang berbeda saat Jembatan Kanal Antang di Sei Puting, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mulai dioperasikan, akhir pekan lalu. Tak kurang dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang mengungkapkan perbedaan itu, saat meresmikannya.

"Baru pertama kali ini, saya meresmikan sarana dan prasarana di jalan nasional yang dibangun pengusaha lewat program CSR. Biasanya pembangunan jembatan menggunakan APBN, atau kerja sama pemerintah dan badan usaha," ujar Menteri.

Jembatan Kanal Antang sangat vital bagi warga di dua kabupaten yaitu Barito Kuala dan Tapin. Jembatan ini dibangun dengan dana mencapai Rp66,5 miliar.

Tidak ada dana APBN atau APBD yang dikeluarkan. Perusahaan batu bara PT Antang Gunung Meratus membiayai seluruh kebutuhan pembangunannya.

Seperti diungkapkan Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto, jembatan ini semula merupakan bagian dari jalan khusus dalam aktivitas industri batu bara. Untuk menghilangkan perlintasan sebidang yang menghambat lalu lintas dan memperlancar distribusi hasil pertambangan, pada 2017 diteken perjanjian kerja sama dengan dengan empat perusahaan batu bara. "Mereka akan membangun 3 overpass dan 1 jembatan," tambahnya.

Total biaya pembangunan jembatan dan 3 overpass itu mencapai Rp189 miliar. Direktur Utama PT Antang Gunung Meratus, Dody Imam Hidayat menyatakan panjang total jalan penghubung dan Jembatan Kanal antang berkontruksi baja itu mencapai 500 meter.

"Jembatan Sungai Puting ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Keberadaannya sangat penting bagi kelancaran transportasi dan peningkatan ekonomi masyarakat," tandas Dody.

Bupati Tapin M Arifin Arpan memuji kesungguhan PT Antang dan perusahaan lain. "Karena perusahaan, akses masyarakat semakin terbuka."

<>Semen Gresik<>

Di Jawa Tengah, Kabupaten Blora dan Rembang, juga merasakan sentuhan dana CSR dari sejumlah perusahaan. Jalan penghubung kedua kabuapten itu sudah sangat mulus, berbeton dilapisi aspal. Alun-alun Rembang juga tampil indah, tertata rapi, dengan tetap menempatkan pedagang kaki lima dengan tertib.

Di dua kabupaten itu, dana CSR digelontorkan PT Semen Gresik, PT Pertamina dan sejumlah perusahaan swasta lainnya. "Kami sudah mengucurkan dana CSR sebesar Rp17,2 miliar, sepanjang 2019. Sebagian besar untuk memajukan desa sekitar," ujar juru bicara PT Semen Gresik Gatot Mardiana.

Pembangunan infrastruktur juga terus dipacu di sejumlah daerah. Kabupaten Brebes sudah mencanangkan pembangunan kawasan industri dengan anggaran mencapai Rp13 triliun. "Dengan anggaran itu, serta terbangunnya kawasan industri, maka pertumbuhan ekonomi Brebes bisa terdongkrak hingga 7%," jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Edy Kusmartono.

Tahun ini, Pemprov Sumatra Selatan sudah mengalokasikan dana sekitar Rp1 triliun untuk perbaikan jalan. "Tahun ini, jalan provinsi kami targetkan mulus seluruhnya," tandas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Darma Budhy. (AS/JI/DW/UL/AD/N-2)

BERITA TERKAIT