11 February 2020, 20:49 WIB

Pasokan Semen Nasional Berlebihan, PUPR Minta Perbaiki Distribusi


 Faustinus Nua | Ekonomi

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat pasokan semen nasional mengalami kelebihan permintaan (oversupply) sebanyak 37% atau 40,9 juta ton dari kebutuhan semen nasional.

Hal itu diungkapkan Staf Ahli Kementerian PUPR A. Gani Ghazaly Akman saat membacakan sambutan Menteri PUPR dalam acara Corporate Rebranding Semen Indonesia, di Jakarta, Selasa (11/2).

"Kondisi industri semen nasional mengalami oversuply kurang lebih 37% atau sebesar 40,9 juta ton dari jumlah kebutuhan semen nasional," sebutnya.

Menurut Gani, kondisi oversupply dipengaruhi produksi semen nasional yang terus meningkat. Sebaliknya hal itu itu tidak diimbangi dengan distribusi ke seluruh wilayah pelosok Tanah Air.

Untuk itu, PUPR meminta industri semen nasional untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi sesuai dengan kebutuhan nasional. Menurut Gani, masih banyak daerah di Indonesia yang belum tersentuh pembangun, sehingga distribusi menjadi jalan untuk meningkatkan pemanfaatan semen.

"Industri semen nasional harus memperhatikan ketersebaran semen di wilayah yang belum memiliki distribusi logistik yang memadai. Juga pasokan untuk mendukung rencana pembangunan infrastruktur ibu kota negara baru di Kalimantan dan wilayah penunjang sekitarnya," jelasnya.

Baca juga: Kalimantan dan Sulawesi Pasar Potensial Semen Tonasa

Di 2020, PUPR menargetkan kebutuhan semen akan melebihi kebutuhan tahun sebelumnya. Kebutuhan diestimasikan akan mengalami peningkatan karena adanya pembangunan ibu kota negara baru 2020-2024.

"Memasuki periode RPJMN 2020-2024, pembangunan infrastruktur terus jadi prioritas pemerintah. Ini tercermin dari pendanaan yang mencapai Rp2.058 triliun," imbuhnya.

Dijelaskannya, program PUPR di tahun 2020-2024 yang harus diselesaikan adalah pembangunan sumber daya air dengan 60 bendungan, 5.000 ha daerah irigasi, 1.000 embung dan 2.100 km pengendali banjir dan pantai.

Selain itu, untuk infrastruktur jalan PUPR merencanakan untuk membangun 3.000 km jalan baru dan 2.500 km jalan tol. Untuk infrastruktur permukiman yakni target akses air minum layak SPAM untuk 10 juta sambungan rumah, sanitasi dan persampahan, infrastruktur air limbah dan sampah skala regional dan lokal di kawasan kumuh di Indonesia.

"Oleh karena target infrastruktur yang tinggi, harus disiapkan kesiapan rantai pasokan. Ini penting agar target itu bisa dipasok industri konstruksi nasional," pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT