12 February 2020, 03:30 WIB

Derita Sang Raja di Masa Senja


MI | Sepak Bola

SEPANJANG sejarah, cabang sepak bola telah melahirkan banyak legenda. Namun hanya Pele yang mendapat julukan Sang Raja. Julukan tersebut yang memang pantas diberikan kepada pria asal Brasil bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento.

Hingga saat ini, Pele memang menjadi pesepakbola terbaik sepanjang masa. Ia merupakan satu-satunya pemain di dunia yang mampu merebut trofi Piala Dunia dengan membawa Brasil menjadi juara pada 1958, 1962, dan 1970.

Saat membawa Brasil juara pada 1958, Pele yang masih berusia 17 tahun mencetak sejarah sebagai pemain termuda yang mampu melakukan hal itu. Rekor yang hingga kini belum pernah dilampaui pesepakbola manapun.

Sukses sebagai pesepakbola membuat kehidupan Pele dihormati banyak pihak. Setelah gantung sepatu, Pele sempat menjabat Menteri Olahraga Brasil dan duta badan PBB Unesco.

Namun, saat ini kehidupan Sang Raja berubah 180 derajat. Di usia yang telah mendekati 80, Pele tidak lagi memiliki kepercayaan diri. Kondisi tubuhnya yang mulai menurun membuat Pele mengalami depresi. Ia bahkan malu untuk bertemu dengan orang akibat.

”Bayangkan, dia adalah ’raja’ dan sekarang tidak bisa berjalan. Dia sangat malu soal itu,” kata anak Pele, Edinho.

Kesehatan Pele memang mulai menurun sejak ia mengalami bermacam penyakit. Pada April 2019, Pele menjalani operasi pengangkatan batu ginjal di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paulo, Brasil. Sebelumnya, ia juga pernah dirawat karena menderita infeksi saluran kencing. Selain itu, Pele juga pernah dioperasi penggantian pinggul.

Menurut Edinho, saat ini Pele lebih kerap menghabiskan diri dengan duduk di kursi roda. Dengan kondisi itu, Pele kerap merasa depresi dan takut untuk beraktivitas di luar rumah.

“Dia sangat rapuh. Dia telah melalui operasi penggantian pinggul dan tidak memiliki rehabilitasi yang memadai atau ideal. Jadi dia memiliki masalah dengan mobilitas dan ini telah memicu semacam depresi,” kata Edinho. (BBC/R-1)

BERITA TERKAIT