12 February 2020, 03:05 WIB

Anggaran Cabor Prioritas Dicairkan


MI | Olahraga

TEKAD pemerintah untuk meraih prestasi tertinggi di Olimpiade 2020 Tokyo dibuktikan dengan dukungan anggaran bagi cabang-cabang olahraga prioritas. Melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemerintah menggelontorkan dana Rp99 miliar untuk seluruh cabor yang berpotensi meloloskan atletnya ke Olimpiade 2020.

Bantuan anggaran itu secara simbolis  diberikan dalam acara penandatanganan MoU antara Kemenpora dan cabor yang diwakili pengurus federasi di Kantor Kemenpora, kemarin. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menegaskan anggaran untuk semua cabor pelatnas Olimpiade 2020 akan langsung dikirim dari Kementerian Keuangan tanpa melalui Kemenpora.

“Kami lakukan MoU dengan cabor yang berpeluang meloloskan atletnya ke Olimpiade memang dilakukan secara terbuka. Hal ini sebagai upaya Kemenpora untuk lebih akuntabel dan transparan,” tutur Zainudin Amali.

Untuk tahap pertama, tiga cabor yang sudah menandatangani MoU bantuan anggaran adalah bulutangakis, angkat besi, serta bola voli. Cabor bulutangkis mendapat Rp18,6 miliar, angkat besi Rp10 miliar, dan bola voli Rp3,2 miliar.

Cabor lain yang tengah diproses adalah atletik, balap sepeda, tenis, tinju, dayung, menembak, sepatu roda, dan Komite Paralimpik (NPC) Indonesia. “Tiga cabor yang telah menandatangani MoU telah lolos review proses administrasi, baik untuk laporan pertanggungjawaban anggaran 2019 maupun proposal program 2020,” jelasnya.

Di sisi lain, mundurnya pelaksanaan ASEAN Para Games 2020 Manila terkait penyebaran virus korona dipastikan berdampak pada membengkaknya anggaran pelatnas. Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun mengatakan pihaknya masih menunggu kebijakan pemerintah terkait kelanjutan pelatnas atlet paralimpik di Solo, Jawa Tengah.

“Kalau disuruh berhenti ya berhenti. Tapi semua ada resiko. Jika dihentikan ya latihan yang sudah dijalani habis semua. Kalau mau lanjut harus mau menggelontorkan dana pelatnas tambahan,” ucapnya. (Ykb/WJ/R-1)

BERITA TERKAIT