11 February 2020, 20:20 WIB

Sejak Indonesia Merdeka, ''Kampung Menkominfo'' Belum Ada Listrik


Alexander P. Taum | Nusantara

RATUSAN warga Desa Ojang, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sejak Indonesia merdeka hingga saat belum menikmati aliran listrik dari Perusahan Listrik Negara.

Ironisnya, Desa Ojang adalah kampung ayah dari Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Menkominfo RI), Johnny G. Plate. Untuk keperluan belajar dan penerangan malam hari, warga harus menggunakan lampu pelita.

Kepala Desa Ojang, Peter Pade Lewar mengatakan, saat ini listrik menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi masyarakatnya selain menerangi isi rumah, jaringan listrik ini dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat terutama memperlancar berbagai aktivitas kantor maupun aktivitas belajar mengajar di sekolah.

"Memiliki jaringan listrik menjadi impian masyarakatnya. Kami harus lebih sabar menunggu masuknya jaringan listrik. Sampai hari ini belum
ada tanda-tanda jaringan listrik masuk disini," ungkapnya, Selasa (11/02/02) di Desa Ojang, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa
Tenggara Timur.

Ia menuturkan, ada 138 kepala keluarga yang terdiri dari tiga dusun yakni Dusun Ojang, Kolit dan Lewomudat yang sampai saat ini belum
menikmati listrik. Pada malam hari, masyarakat harus menggunakan lampu pelita sebagai sarana penerangannya.

"Warga gunakan lampu pelita pada malam hari. Ada juga warga yang menggunakan lampu sehen tetapi sudah rusak semua saat ini," paparnya

Kepala Desa Ojang yang sapaan akrabnya Peter mengatakan, listrik ini menjadi urgen karena semua aktivitas kerja harus berbasis listrik
terutama beberapa sekolah yang ada di wilayah Desa Ojang ini.

"Pihak sekolah yang mau urus dapodik siswanya saja harus pergi ke desa tetangga yang ada aliran listrik. Malam anak-anak mau belajar harus gunakan lampu pelita," ujarnya.

Dikatakan Peter, usulan jaringan listrik ini setiap tahunnya melalui musrebang kecamatan hingga kabupaten. Bahkan sampai dengan kita
melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap pemasangan listrik namun sampai sekarang tidak pernah ada jawaban.

"Kita belum mendapatkan sentuhan soal listrik ini. Kita harus jujur mengatakan dari Indonesia merdeka sampai hari ini Desa Ojang belum
merdeka soal listrik. Kita menilai ada diskriminasi dan kurang pemerataan infrastruktur terutama soal listrik ini. Kita terus bersuara
soal listrik kepada pemerintah kabupaten maupun pusat," ungkapnya

Dirinya menerangkan, Desa Ojang ini merupakan kampung halamannya Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Bapak Johnny G. Plate. Namun sampai saat ini, belum ada perhatian.

"Ini kan kampung Bapak Johnny G. Plate sampai saat ini tidak pernah diperhatikan sama sekali," katanya

Peter berharap, pemangku kepentingan dari pemerintah daerah dan pusat untuk bisa memperhatikan masyarakat yang sampai saat ini belum menikmati listrik ini terutama di Desa Ojang ini.

Secara terpisah, salah satu siswa SDN Kolit di Desa Ojang, Agustinus Ari mengungkapkan, dirinya terbiasa belajar malam diterangi lampu pelita lantaran belum ada listrik di rumahnya.

''Setiap malam saya harus belajar dengan lampu pelita. Mau tidak mau, saya harus belajar supaya bisa lulus,'' ungkap Agustinus ini

Ia berharap, pemerintah bisa memasang jaringan listrik di desanya sehingga bisa belajar dengan penerangan yang bagus. Selain itu katanya,
ketika ada listrik, dirinya bisa menonton televisi .

"Saya ingin sekali melihat dunia luar dari TV. Saya ingin sesekali nonton hiburan di TV. Tapi listrik tidak ada," tandasnya Agustinus yang
bercita cita ingin jadi guru ini.

Sementara itu, Fransiska Ade Arini, salah satu tenaga honorer yang sudah tiga tahun mengabdi di SDN Kolit mengungkapkannya, dirinya dan beberapa guru lainnya mengalami kesulitan ketika mengakses informasi ataupun mengirim data ke dinas.

Ia harus meninggalkan aktivitas belajar mengajar di sekolah karena harus ke Maumere untuk menyelesaikan administrasi. Karena kalau tidak cepat berarti pasti tertinggal.

Fransiska berharap kepada pemerintah agar mau memperhatikan kebutuhan listrik bagi mereka. ''Kami ingin pemerintah perhatikan kami khususnya soal listrik ini sehingga memudahkan kami dalam menjalankan kegiatan kami,'' pungkasnya (OL-2).

 

BERITA TERKAIT