11 February 2020, 19:49 WIB

Dari Tiongkok, Kapal Panama Diikubasi 10 Mil dari Teluk Bayur


Yose Hendra | Nusantara

Kapal tanker atau Motor Tanker (MT) AU LEO berbendera Panama gagal bersandar langsung di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatra Barat, Selasa (11/2) pagi.

Pasalnya, kapal itu diketahui berangkat dari Distrik Nansha, Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok, pada 2 Februari
lalu.

Mengantisipasi penyebaran virus korona yang mewabah di daratan Tiongkok, otoritas Pelabuhan Teluk Bayur, memerintahkan kru kapal buang jangkar di 10 mil dari Teluk Bayur, jauh dari area anchor atau berlabuh jangkar kapal-kapal lain sebelum merapat ke Teluk Bayur. Tujuannya kapal diinkubasi dahulu, untuk memastikan tidak membawa serta virus korona.

"Posisinya lebih kurang 10 mil laut dari pelabuhan Teluk Bayur. Dan di luar Anchor Area, sehingga jauh dari kapal-kapal yang buang jangkar
(Anchor Area) pelabuhan Teluk Bayur," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Nazarwin, Selasa (11/2).

Dia menambahkan, kapal datang pada pukul jam 8.28 WIB, dan sudah ada pemberitahuan kedatangan kapal sejak tanggal 2 Februari.

Menurutnya, kebijakan hanya membolehkan kapal AU LEO buang jangkar 10 mil laut dari Teluk Bayur berdasarkan rapat antara KSOP dan Karantina Pelabuhan Teluk Bayur. Hasil rapat lainnya, sebut Nazarwin, kapal tersebut termasuk kru di atasnya, baik nakhoda maupun anak buah kapal, menjalani masa inkubasi, 2 x 7 hari sejak kapal berangkat dari Nansha, 2 Februari lalu.

Sepanjang itu pula, pihak karantina pelabuhan Teluk Bayur menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) khususnya menyangkut kesehatan kru kapal, meski belum teridentifikasi suspect korona.

"Sepanjang belum teridentifikas suspect korona, kita tunggu pemeriksaan karantina Pelabuhan Teluk Bayur. Ini masih karantina. Kita tunggu masa inkubasi 2 X 7 hari. Laporan dari nakhoda, menyatakan dia sehat, tapi kita tak percaya gitu saja. Kita jalankan SOPnya," terang Nazarwin.

Apabila dari karantina menyatakan tidak teridentifikasi susfec korona dan dinyatakan sehat, kata Nazarwin, maka kapal tersebut dapat diizinkan untuk masuk pelabuhan melaksanakan kegiatannya.

MT AU LEO diketahui sering mondar mandir Pelabuhan Teluk Bayur. Kapal tanker ini datang ke Padang dalam keadaan kosong, dan bertujuan untuk memuat minyak kelapa sawit (CPO), untuk kemudian dibawa ke pelbagai
negara seperti Bangladhes, Malaysia, Pakistan.

"Ini baru pertama kali kapal dari Tiongkok merapat ke Padang sejak merebaknya virus korona," pungkas Nazarwin. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT