11 February 2020, 15:26 WIB

WHO Tegaskan Indonesia Punya Kemampuan Deteksi Virus Novel Korona


Atalya Puspa | Humaniora

WOLRD Health Ofganization (WHO) meyakini Indonesia mampu melakukan deteksi untuk virus novel korona. Hal itu terlihat dari alat dan fasilitas yang dimiliki Indonesia yang telah memenuhi standar WHO.

"Indonesia sudah capable melakukan pemeriksaan. Indonesia punya alat untuk mendeteksi dan laboratoriumnya sudah kompeten untuk melakukannya," kata Medical Officer dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk wilayah Indonesia Vinod Kumar Bura di Gedung Balitbangkes, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

Dirinya meyakini, sebanyak 64 spesimen yang didapatkan telah diperiksa oleh Balitbangkes sesuai dengan ketentuan WHO. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk meragukan hasil deteksi Balitbangkes.

Vinod juga mengapresiasi Kemenkes dalam hal mencegah masuknya virus novel korona dengan menyiapkan fasilitas dan tenaga medis yang memadai.

"Virus ini sangat baru. Semua negara memang sudah seharusnya bersiap. Dan Indonesia sudah melakukan persiapan yang sangat baik," katanya.

Hingga saat ini, Vinod mengungkapkan WHO masih terus melakukan penelitian terkait virus baru tersebut. Dirinya juga mengimbau agar Indonesia tetap waspada dan terus meningkatkan kesadaran kepada masyarakat agar dapat mengantisipasi masuknya virus novel korona.

"Indonesia adalah negara yang besar dan harus melakukan persiapan dengan mentiapkan fasilitas dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan antisipasi," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Vivi Setiawaty menyatakan, pemeriksaan virus korona bukanlah sesuatu yang baru bagi Balitbangkes. Pasalnya, Balitbangkes juga telah berpengalaman untuk mengidentifikasi virus korona yang sebelumnya sempat mewabah, seperti SARS, MERS, dan H1n1.

Tata cara yang dilakukan untuk mendeteksi virus novel korona pada dasarnya sama dengan penyakit-penyakit sebelumnya yang pernah ada.

"Kita lakukan pelatihan ke RS itu setiap tahun. Refreshing training terus menerus untuk pengambilan spesimen. Ini sudah banyak petugas yang terlatuh untuk itu dan semua yang dilakukan di 2019 hanya updating saja," ucap Vivi.

"Semua sudah kita lakukan sesuia dengan pedoman. Kalau belum ada pasien positif, coba kita flashback. SARS 2012 Indonesia bebas. MERS sampai sekarang Indonesia tidak terdeteksi. Novel korona kami belum bisa jawab kenapa belum ada yang terdeteksi. Tapi Pemeriksaan kita update terus, pemeriksaan gak ada yang ketinggalan," tandasnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini terdapat 43.112 kasus yang terkonfirmasi virus novel korona. Kasus tersebut tersebar di 28 negara dengan jumlah kematian sebanyak 1.018 dan total pasien sembuh sebanyak 4.099. (OL-4)

BERITA TERKAIT