11 February 2020, 15:13 WIB

Indonesia Harus Teruskan Integrasi Ekonomi ke Asia


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PEMERINTAH harus mampu melanjutkan integrasi ekonomi ke kawasan Asia dalam beberapa tahun ke depan. Pasalnya, benua terbesar di Bumi itu diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan benua-benua lain yang diprediksi masih mengalami perlambatan signifikan.

"Walaupun ada ketidakpastian perdagangan di dunia, kita terus melanjutkan proses keterbukaan maupun integrasi ekonomi yang terjadi di kawasan. Itu akan menjadi sumber pertumbuhan baru juga. Asuransi kita ada di wilayah kita sendiri," ujar Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).

Namun, strategi tersebut juga pasti akan dihadapkan pada rintangan berat dengan mewabahnya virus korona yang berpusat di Hubei, Tiongkok.

Akibat penyakit endemik tersebut, dunia memprediksi Tiongkok akan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi hingga 3%. Jika hal itu terjadi, Indonesia pasti akan terkena dampak negatif.

"Ada satu analisa makro ekonomi yang menyebut tiap penurunan 1% di Tiongkok, Indonesia akan terkena imbas penurunan 0,3%. Jadi tentu kita perlu antisipasi," ucap Mari.

Baca juga:  IA-CEPA Perkuat Ekonomi Indonesia-Australia

Mantan menteri perdagangan itu melanjutkan, Indonesia memiliki pasar dalam negeri yang besar jadi ada peluang bagi pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian Tanah Air.

Pemerintah hanya perlu menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

"Sekalipun ekspor melemah, kalau daya beli dan konsumsi dalam negeri terus tumbuh, investasi akan tetap tumbuh," imbuhnya.

Setelah itu, pemerintah harus mulai melakukan diversifikasi pasar secara serius untuk mengganti pasar Tiongkok yang mengalami perlambatan.

"Kita dari sisi impor, kita harus cari sumber lain atau pun sumber dari dalam negeri. Mungkin itu juga akan mendorong insentif untuk peningkatan investasi untuk menggantikan keperluan impor yang kita perlukan," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT