11 February 2020, 14:08 WIB

Bekal Rompi Antipeluru untuk Petugas Jaga Rutan Cipinang


Sri Utami | Megapolitan

TERIAKAN pria paruh baya yang berdagang buah di samping pos jaga rumah tahanan (rutan) Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur, membuat dua petugas jaga tertawa.

"Baju anti pelurunya, bajunya jangan lupa dipake," teriak bapak pedagang buah tersebut.

Sang petugas jaga, Khori, dan satu rekannya pun segera bergegas mengenakan rompi hitam usai mendapat imbauan dari bapak tersebut.

"Rompi ini penting, sama ini juga nih," ucap Khoiri sambil menunjuk senjata api laras panjang.

Khori mendapat tugas jaga siang hingga malam hari. Ia menceritakan, usai terjadi penembakan pada jendela gedung rutan, petugas jaga wajib mengenakan rompi antipeluru dan berbekal senjata laras panjang.

"Iya kami wajib kenakan pakaian ini," ucapnya.

Baca juga:  Penembakan Rutan Cipinang, Pelaku Diduga Gunakan Senapan Angin

Khori menuturkan, kejadian yang terjadi pada tengah malam tersebut baru pertama kali. Saat kejadian, ia sedang tidak berjaga.

"Saya sedang libur kemarin jadi tidak tahu kejadiannya tapi tetap ada yang jaga," imbuhnya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Heri Purnomo mengatakan pihaknya memeriksa tiga saksi di antaranya petugas piket dan penjaga rutan. Sedangkan jenis peluru yang ditembakan yakni peluru karet. 

"Tidak ada peluru tajam, kalau itu peluru tajam kaca sudah pecah sedangkan ini tidak ada pecahan hanya tergores," ucap Heri.

Penyidik Polres Jakarta Timur saat ini masih menyelidiki pelaku penembakan tersebut. 

"Tentu saja kami mencari apa yang tertinggal di sana. Pelaku ini adalah orang yang tidak dikenal. Dari pemeriksaan CCTV ternyata tidak ada kamera yang menghadap ke jalan dan saksi juga sedikit," tukasnya. 

Sementara itu, menurut sumber, penembakan diduga dilakukan oleh dua orang menggunakan peluru timah bulat airsoftgun dengan jarak 100 meter. Di tempat kejadian, kaca yang menjadi sasaran tembak tidak diganti dan dalam kondisi tertutup.(OL-5)

BERITA TERKAIT