11 February 2020, 13:37 WIB

Dua Orang Positif Korona, Penghuni Apartemen Hong Kong Dievakusi


Willy Haryono | Internasional

LEBIH dari 100 orang dievakuasi dari apartemen 35 lantai di Hong Kong, Selasa (11/2), usai terdeteksinya dua kasus virus korona tipe Novel Coronavirus. Dua orang yang dinyatakan positif itu tinggal di apartemen terpisah namun berdekatan.

Warga dievakuasi sejak Selasa (11/2) dini hari. Petugas dengan pakaian pelindung dan masker berpencar di area tersebut, mencoba mencari tahu apakah virus korona nCoV itu telah menyebar di seantero kompleks apartemen.

Hong Kong sedang berada dalam status siaga terhadap potensi munculnya peristiwa "penularan super," terutama di hunian tinggi seperti rumah susun atau apartemen yang dihuni banyak orang.

Baca juga: Gara-Gara Virus Korona, Dua Pejabat Hubei Dipecat

Saat terjadinya wabah Sindrom Pernapasan Berat Akut (SARS) pada 2003, korban tewas di Hong Kong mencapai 299 orang -- 42 berasal dari sebuah apartemen. Saat itu, wabah SARS menyebar melalui jaringan pipa pembuangan air yang rusak.

Otoritas Hong Kong mengatakan evakuasi lebih dari 100 warga di distrik Tsing Yi merupakan langkah pencegahan usai seorang perempuan berusia 62 tahun di lantai tiga dinyatakan positif korona. Perempuan itu tinggal 10 lantai di bawah seorang pria yang juga positif korona.

"Kami belum dapat memastikan bagaimana rute penularan virus ini," kata Wong Ka-hing dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong kepada awak media.

"Mungkin menular melalui percikan (cairan tubuh) atau kontak langsung," lanjut dia, dilansir dari AFP.

Penghuni 35 kamar di satu apartemen dengan sistem pipa yang sama langsung dievakuasi usai dua kasus positif korona terdeteksi.

Menteri Kesehatan Sophia Chan mengatakan empat warga di apartemen tersebut telah menunjukkan gejala-gejala flu dan kini telah dibawa ke ruang isolasi di sebuah rumah sakit.

Sementara sejumlah warga lainnya yang tidak memperlihatkan gejala telah dibawa ke kamp karantina.

Proses evakuasi pada Selasa (11/2) dini hari sempat membuat banyak warga sekitar keheranan.

"Tentu saja saya takut," ucap Chan, seorang wanita berusia 59 tahun, kepada AFP.

"Saya tinggal bersama anak, anak menantu, cucu dan suami. Kami jarang keluar karena tidak punya masker. Saya tidak pernah mengizinkan cucu saya bermain di luar," sambung dia.

Terdapat 42 kasus positif virus korona di Hong Kong, termasuk 10 orang yang berasal dari satu keluarga. Mereka terjangkit usai memakan satu hidangan yang sama bersama individu terjangkit korona.

Wabah SARS telah meninggalkan luka psikologis mendalam di tengah masyarakat Hong Kong. Banyak warga yang hingga kini masih tidak percaya kepada Tiongkok, karena dulu pernah menutup-nutupi soal tingkat keparahan SARS.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat humlah korban tewas virus korona nCoV melonjak drastis melewati 1.000 orang pada Selasa (11/2). Sementara total infeksi korona hingga saat ini mencapai 42.600 di seantero 'Negeri Tirai Bambu'. (OL-1)

BERITA TERKAIT