11 February 2020, 07:25 WIB

Pemprov Terlalu Sibuk Event Balapan


Ssr/Put/And/J-1 | Megapolitan

FRAKSI PSI DPRD DKI menilai ajang balap Formula E bakal merugi-kan warga yang menggunakan jalan untuk beraktivitas sehari-hari. Rencananya, Formula E akan digelar pada 6 Juni 2020.

“Kalau misalkan diselenggarakan Formula E, ini tentunya kemacetan pasti menjadi-jadi, sedangkan kita sudah punya hitungannya juga triliunan rupiah yang diakibatkan kerugian negara akibat kema­cetan,” kata anggota Fraksi PSI Justin Adrian di Jakarta, kemarin.

Keuntungan dari Formula E diyakini tidak akan banyak. “Bahkan, kemungkinan merugi besar,” ungkap Justin.

Menurut dia, Gubernur DKI kerap membuat pergelaran yang bukan prioritas dan tidak urgen.

Padahal, katanya, masih banyak masalah lain yang harus diurus, seperti banjir, kemacet­an, dan polusi udara. “Sepertinya Pak Gubernur terlalu sibuk dengan event-event yang berbau festival,” ujarnya.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebelumnya menargetkan pendapatan sebesar Rp50 miliar dari penyelenggaraan Formula E 2020. Pendapatan itu berasal dari penjualan tiket, sponsor, local hospitality, dan pendapatan lainnya.

Sementara itu, anggota Fraksi PSI lainnya, Eneng Malianasari, mengatakan Formula E juga berpotensi menabrak sejumlah aturan pemerintah dan anggarannya.

Anggaran Formula E berasal dari pos penyertaan modal daerah (PMD) kepada PT Jakpro. Total biaya yang dibutuhkan Rp767 miliar, yakni meliputi bank garansi sebesar Rp423 miliar dan Rp344 miliar untuk biaya pelaksanaan.

“Anggaran untuk Formula E ini tidak lazim, di luar kewajaran. Biasanya, penyertaan modal diberikan untuk menambah aset BUMD, misalnya, untuk pembangunan gedung atau pembelian bus sehingga bisa meningkatkan kapasitas usaha perseroan. Tetapi, di Formula E ada ratusan miliar yang dihabiskan untuk belanja operasional,” kata Eneng yang akrab disapa Mili ini.

Mili memperkirakan dari sebesar Rp344 miliar biaya pelaksanaan Formula E, kurang lebih 60% berupa belanja modal dan sisanya 40% berupa belanja operasional. “Artinya, ada uang rakyat sekitar Rp140 miliar yang menguap begitu saja untuk event balap­an sehari,” kritik Mili.

Sosialisai lingkungan

Deputy Director Communications PT Jakpro Formula E Indonesia, Hilbram Dunar, mengatakan penyelenggaraan Formula E tidak hanya untuk memperkenalkan DKI ke warga dunia, tetapi juga untuk menyosialisasikan teknologi dan gaya hidup ramah lingkungan.

“Kita ingin orang semakin mengetahui dan kita mendo­rong Jakarta menjadi kota yang ramah lingkungan. Nantinya saat penyelenggaraan juga kita seminimal mungkin penggunaan plastik di lokasi acara,” ungkap Hilbram.
Ia pun menyebut mayoritas jalan raya di Ibu Kota cocok dijadikan sirkuit Formula E.

“Untuk Formula E membutuhkan aspal grade 3. Untuk Jakarta, aspalnya sudah bagus-bagus. Mayoritas sudah cocok untuk jadi sirkuit. Paling hanya perlu pelapisan saja agar lebih bagus lagi,” ungkapnya. (Ssr/Put/And/J-1)

BERITA TERKAIT