10 February 2020, 21:10 WIB

Bendungan Ciawi Ditargetkan Berfungsi Akhir 2020


Ghani Nurcahyadi | Nusantara

BENDUNGAN kering pertama di Indonesia, Bendungan Ciawi ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2020 dan ikut mengendalikan debit air Sungai Ciliwung ke Jakarta,

“Bendungan ini mulai dibangun pada Desember 2016. Diharapkan akhir tahun 2020 secara keseluruhan bendungan ini sudah dapat berfungsi ikut mengendalikan debit ciliwung yang menuju Jakarta, walaupun secara kontraktual baru akan berakhir pada Mei 2021” kata Bambang E. harsono, Direktur Utama. PT. Brantas Abipraya dalam keterangan tertulisnya.

Ia mengungkapkan, realisasi pekerjaan bendungan yang dibangun untuk mengendalikan banjir itu, hingga 7 Februari 2020 sudah mencapai 45,02%.

Ia menjelaskan, luas lahan yang dibebaskan guna membangun bendungan dengan kapasitas tampung air 6 juta meter kubik itu adalah 78 hektare.

Sementara itu, area konstruksinya seluas 20 ha. Dalam area konstruksi tersebut, kata Bambang, ada tiga bangunan utama, yaitu, bangunan pengelak, spillway, dan bendungan utama.

Baca juga : Bendungan Temef di NTT Rampung pada 2021

Secara sederhana, bendungan kering yang memiliki konsep baru ini akan berfungsi ketika curah hujan tinggi sehingga debit sungai melampaui based flow atau debit normal.

Saat musim kering atau hujan normal, debit sungai mengalir seperti biasa tanpa ada aliran yang tertahan.

Selain itu, Bambang menerangkan bahwa bendungan kering tetap harus memenuhi standar keselamatan tinggi kendati tidak memiliki tampungan air seperti bendungan pada umumnya.

“Oleh sebab itu bendungan ini tetap dilengkapi spillway untuk menghindari  terjadinya over topping.  Bendungan ini berfungsi menahan air selama 4 sampai dengan 6 jam sebelum dirilis ke hilir menuju Jakarta,” ujar Lulusan Teknik Sipil UGM itu.

Bambang menyebutkan, setelah kelak beroperasi, Bendungan Ciawi ini dapat dikembangkan sebagai obyek pariwisata.

Sehingga bisa membawa manfaat ekonomi bagi penduduk setempat. Salah satu yang sudah memanfaatkannya ialah Pengurus Pusat keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) yang menggelar ajang pelatihan fotografi bertajuk Yuk Motret.

“Kegiatan ini akan menambah pemberitaan dan jejak digital bagi Bendungan Ciawi.  Peserta Kagama Yuk Motret juga dapat mengenal lebih dekat bendungan kering (dry dam) pertama di Indonesia ini. Sebaliknya, bagi pihak bendungan Ciawi, kegiatan ini  bermanfaat untuk menambah wawasan dan keterampilan pegawai dalam hal kemampuan fotografi untuk mengabadikan proses pembangunan bendungan,” pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT