11 February 2020, 04:30 WIB

Milenial Dominasi Pencarian Properti


Gana Buana | Ekonomi

KALANGAN milenial menjadi kalangan yang mendominasi pencarian properti sepanjang 2019. Hal itu terungkap dari pencarian pada situs jual-beli dan sewa properti, Rumah123.com, yakni secara total pencarian kalangan tersebut mengalami kenaikan sebesar 27%.

Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik mengatakan pencarian rumah meningkat 34%, sedangkan pencarian apartemen turun 10%, demikian juga dengan pencarian tanah, turun 2%.
“Secara demografis, konsumen yang mencari di Rumah123.com berusia 25–35 tahun. Jadi rentang umurnya berada di generasi milenial,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (6/2).

Maria melanjutkan pencarian rumah didominasi dengan rumah seharga Rp1 miliar–Rp2 miliar sebesar 22,8%, disusul rumah seharga Rp2 miliar–Rp5 miliar sebesar 21,5%, lalu rumah seharga kisaran Rp500 juta-Rp1 miliar sebanyak 20,8%.

Sementara itu, pada pencarian apartemen, didominasi unit seharga di bawah Rp300 juta sebesar 44,3%, disusul unit berharga kisaran Rp500 juta–Rp1 miliar sebesar 18,2%, dan diikuti apartemen berharga Rp300 juta-Rp500 juta sebesar 15,5%.

Dari data itu, dia menyimpulkan rata-rata konsumen memiliki kebutuhan untuk apartemen dengan harga di bawah Rp1 miliar. “Prediksi kami ialah apartemen itu untuk early investment. Mereka mungkin lebih invest di apartemen yang harganya tidak terlalu berisiko dan masih terjangkau,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan tantangan yang perlu dijawab pengembang dan agen real estat ialah meyakinkan konsumen kalangan milenial untuk memiliki tempat tinggal. “Pasalnya, mereka ini memiliki banyak sekali kebutuhan, mengingat gaya hidupnya sangat experiential,” tutup Maria.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menambahkan sekarang ini banyak masyarakat lebih memilih menyewa ketimbang membeli, terutama di kota-kota besar. Bahkan, menurut survei Indonesia Property Watch, generasi milenial di kota-kota besar seperti Jakarta lebih senang menyewa ketimbang membeli properti.

“Hasil survei kami sekitar 47,4% pilih tinggal di kos-kosan, kemudian sebanyak 47,1% berkeinginan untuk tinggal di apartemen, serta sisanya memilih tinggal di kediaman keluarga atau saudara,” katanya.

Dengan penghasilan rata-rata kaum milenial berkisar Rp6 juta-Rp7 juta per bulan, artinya mereka hanya mampu membeli properti dengan cicilan Rp2 juta-Rp2,5 juta per bulan atau seharga Rp200 hingga Rp300 jutaan.

“Dengan rentang harga tersebut sulit untuk mereka mendapatkan properti di Jakarta. Itu sebabnya kaum milenial lebih memilih menyewa apartemen atau kos-kosan,” pungkasnya.

Capai 8%

Sekretaris Jenderal DPP Real Estat Indonesia Amran Nukman mengatakan pilihan kaum milenial yang cenderung menyewa daripada membeli properti karena kenaikan upah belum sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan. Imbasnya, daya beli masyarakat pun menurun.

Alhasil, selama 6 tahun terakhir sektor properti kerap tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Dapat dikatakan sejak 2014, pertumbuhan sektor properti hanya berkisar 5%.
Meski begitu, menurut dia, tahun ini pihaknya optimistis pertumbuhan properti akan membaik disebabkan tahun politik 2019 sudah usai.

“2020 kami optimistis. Walau tidak terlalu PD, pertumbuhan sekitar 8%, tidak seperti tahun lalu, hanya 5%. Itu sudah menggembirakan,” ucap Amran. (S-3)

 

BERITA TERKAIT