11 February 2020, 04:00 WIB

BTN Perkuat KPR Nonsubsidi


Van/S-2 | Ekonomi

BANK Tabungan Negara (BTN) konsisten mendukung program pemerintah untuk menyediakan hunian sejuta rumah bagi masyarakat. Khusus untuk kalangan milenial, perusahaan tetap menyiapkan inovasi kredit pemilikan rumah (KPR), meski tahun ini pemerintah tidak menganggarkan program subsidi selisih bunga.

“BTN sudah menyikapinya dengan menyiapkan model bisnis untuk menjawab tantangan pasar KPR. Kami harus lebih memperkuat porsi KPR nonsubsidi dari kalangan milenial dengan inovasi produk layanan perbankan berbasis digital sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkap Direktur Utama Bank BTN, Pahala N Mansury, dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-70 BTN di Jakarta, Minggu (9/2).

Pahala optimistis BTN dapat menangkap peluang di segmen properti karena masih tingginya permintaan rumah kecil. Selain didukung maraknya sentra pertumbuhan ekonomi baru akibat pembangunan infrastruktur, perkembangan tempat wisata, serta pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

“Kami tetap konsisten dalam menggarap sektor perumahan yang memiliki multiplier effect untuk 170 industri dengan rajin berinovasi mengembangkan produk KPR yang sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini dan proaktif dalam meracik skema KPR untuk memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah,” imbuhnya.

BTN mempunyai strategi meliputi penerapan budaya perusahaan secara konsisten, peningkatan produktivitas, kualitas portofolio kredit yang sehat, serta bisnis model yang kuat atas dasar penerapan risk management, digitalisasi, dan otomasi.

“Fokus kita juga adalah memiliki basis dana atau funding yang kuat, partnership atau kemitraan, khususnya dengan ekosistem di sektor perumahan sehingga dapat mempermudah, mempercepat pertumbuhan BTN,” tegas Pahala.

Tahun ini, perseroan akan terus merealisasikan penyaluran kredit perumahan sebagai wujud komitmen perseroan dalam mendukung program sejuta rumah.

“Sejak 2015 hingga akhir 2019 pembangunan program sejuta rumah telah mencapai 4.800.170 unit. Dalam periode yang sama, BTN telah menyalurkan KPR, baik subsidi maupun nonsubsidi sebanyak 3,1 juta unit,” ungkapnya.

Perinciannya, pada 2015 mencapai 474.099 unit dari target 431.000 unit, adapun 2016 mencapai 595.540 unit dari target 570.000 unit, kemudian pada 2017 realisasinya sebesar 667.321 unit dari target 666.000 unit.

Selanjutnya pada 2018 mencapai 757.159 unit dari target 750.000 unit dan pada 2019 hingga akhir Desember 2019 telah mencapai 800.000 unit atau sesuai target.

Tercatat, BTN telah menguasai pangsa pasar KPR subsidi di Indonesia lebih dari 90% (data per Desember 2019). Sementara itu, untuk KPR secara nasional BTN me­nguasai lebih dari 40% (data per September 2019). (Van/S-2)

BERITA TERKAIT